Car Free Day Blitar Terbukti Beri Berkah, Omzet Pedagang UMKM Tembus Rp2 Juta dalam Tiga Jam
BeritaHarianJatim.com, BLITAR – Hanya dalam waktu tiga jam, sejak pukul 06.00 hingga 09.00 WIB, seorang pedagang minuman bernama Rian sukses mengantongi omzet Rp2 juta. Raihan itu ia peroleh bukan dari toko besar atau mal, melainkan dari lapak sederhana di arena Car Free Day (CFD) Kota Blitar. Rian mengaku mampu menjual sekitar 200 botol minuman selama acara berlangsung. “Alhamdulillah laris manis,” ujarnya.
Cerita Rian bukanlah satu-satunya. Para pedagang makanan dan jajanan di lokasi juga menikmati berkah serupa. Mereka menyebut lautan orang yang datang setiap minggu membuat dagangan cepat ludes. Sepanjang CFD, pengunjung yang usai berolahraga langsung berburu kuliner dan oleh-oleh. “Jualan makanan laris manis, banyak peserta CFD yang setelah olahraga langsung mampir dan membeli dagangan kami,” tutur seorang pedagang.
Keberhasilan CFD Kota Blitar sebagai penggerak ekonomi kecil mikro tak lepas dari konsistensi pemerintah setempat. Program yang kini memasuki tahun kedua ini sempat diragukan banyak orang saat pertama kali digulirkan. Wali Kota Blitar, M. Syauqul Muhibbin yang akrab disapa Mas Ibin, mengenang masa-masa awal ketika ada yang meremehkan. “Dulu waktu awal berjalan ada yang bilang, ‘Alah Mas Ibin kui paling mlaku ping pindo’ (Ah, program Mas Ibin itu paling cuma jalan dua kali). Tapi alhamdulillah sekarang bukan hanya berjalan dua kali, melainkan sudah memasuki tahun kedua. Alhamdulillah tetap konsisten dan masyarakat senang serta bahagia,” ungkapnya pada Senin (8/6/2026).
Awalnya CFD hanya dipandang sebelah mata sebagai ruang publik biasa. Namun kini, kegiatan yang digelar secara rutin itu berubah menjadi urat nadi perekonomian warga. Pemerintah Kota Blitar terus melakukan perbaikan agar acara ini semakin menarik dan mampu memutar uang di tingkat UMKM. Ratusan pelaku usaha kecil merasakan dampak nyata. Dalam kondisi ekonomi nasional yang masih lesu, CFD menjadi salah satu oase yang menghidupkan harapan.
Kehadiran masyarakat yang membludak setiap pekan menjadi pemandangan biasa. Mereka tak hanya datang untuk berolahraga, tetapi juga berbelanja. Perputaran uang yang cepat di lokasi CFD terbukti menjadi penopang penting bagi warga kecil. Mas Ibin merasa bersyukur karena prediksi miring bahwa CFD hanya tren sesaat berhasil dipatahkan. Kini, kegiatan tersebut bahkan menjadi primadona baru yang ditunggu-tunggu. “Masyarakat senang dan bahagia,” tambahnya.
Keberhasilan CFD Kota Blitar ini menjadi bukti bahwa ruang publik yang dikelola dengan baik bisa berdampak luas, tidak hanya bagi kesehatan tetapi juga bagi kesejahteraan ekonomi rakyat. Pedagang seperti Rian dan rekan-rekannya kini memiliki harapan baru di tengah tekanan ekonomi. Mereka berharap program ini terus berlanjut dan semakin banyak warga yang ikut merasakan manfaatnya. (*)
