Jualan Kambing Lewat TikTok Live, This is Farm Malang Kebanjiran Order hingga ke Jakarta
BeritaHarianJatim.com, MALANG – Puluhan ekor kambing kurban laris manis tanpa harus berjualan di pinggir jalan. Rahasianya ada di layar ponsel dan siaran langsung TikTok. This is Farm Malang, sebuah peternakan di Jalan Lesanpuro 2, Kedungkandang, Kota Malang, membuktikan bahwa media sosial bisa menjadi mesin cuan yang dahsyat. Dari total 60 kambing yang tersedia, 40 ekor di antaranya sudah laku terjual untuk Idul Adha 2026.
Kandang seluas 250 meter persegi itu menjadi pusat aktivitas jual beli yang unik. Tidak ada papan reklame besar atau lapak di tepi jalan. Pengelola justru mengandalkan siaran langsung di platform berbagi video pendek. Seorang pemuda bernama Brofi bertindak sebagai host. Ia memandu para calon pembeli melihat langsung fisik kambing, mulai dari postur tubuh, jenis, hingga detail lainnya.
Brofi menjelaskan bahwa metode live streaming dipilih karena dua alasan. Pertama, mereka bisa menghindari kerumunan dan tidak perlu pontang-panting ke pasar. Kedua, mereka cukup rajin mengunggah konten atau yang ia sebut “postang-posting”. Hasilnya, jangkauan pemasaran meluas hingga ke luar kota. Pembeli dari Sidoarjo, Surabaya, bahkan Jakarta ikut memesan kambing secara online.
“Kami memilih live streaming untuk berjualan. Karena ada 2 cara mencari cuan pertama pontang-panting dan kedua postang-posting. Alhamdulillah efektif,” ungkap Brofi saat ditemui di kandang, Jumat (15/5/2026). Menurut catatan peternakan, sekitar 60 persen sohibul kurban memutuskan membeli setelah menyaksikan siaran langsung. Sebanyak 30 persen merupakan kenalan pemilik, dan sisanya pembeli yang memang sudah tahu alamat kandang.
Transparansi menjadi kunci utama keberhasilan ini. Saat live berlangsung, semua pertanyaan bisa diajukan secara langsung. Calon pembeli bisa menanyakan tinggi kambing, berat, jenis pakan, hingga jaminan kesehatan dan pengiriman. “Kami lakukan secara transparan agar pembeli benar-benar tahu kambing pilihan. Mulai dari tingginya, jenisnya, harganya hingga jaminan akan perawatan dan pengiriman kambing. Semuanya bisa ditanyakan secara detail saat siaran langsung,” jelas Brofi.
Siaran langsung dilakukan tiga kali sehari. Jadwal ini terus dipertahankan untuk menjaga momentum menjelang Idul Adha. Brofi mengaku bersyukur karena animo masyarakat sangat tinggi. Meski kambing sudah dibeli, mereka tetap merawatnya dengan penuh tanggung jawab hingga hari penyembelihan tiba. “Alhamdulillah ramai, yang penting pembeli puas dengan layanan kami. Insya Allah kambing yang terpilih akan kami rawat dengan sepenuh hati meski sudah milik sohibul kurban,” pungkas Brofi. (*)
