Aksi Main Game dan Merokok Saat Rapat, Politisi Gerindra Jember Disorot GMNI
BeritaHarianJatim.com, JEMBER – Rapat dengar pendapat yang digelar Komisi D DPRD Kabupaten Jember pada Senin (11/5/2026) mendadak heboh. Seorang anggota dewan dari Partai Gerindra, Achmad Syahri Assidiqi, tertangkap kamera sedang asyik bermain gawai dan merokok. Padahal rapat saat itu membahas masalah serius yakni stunting (tengkes). Video amatir yang diunggah ke media sosial langsung viral dan menuai kecaman.
Salah satu organisasi mahasiswa yang paling vokal menyuarakan protes adalah Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) cabang Jember. Wakil Ketua Bidang Politik DPC GMNI Jember, Mochammad Faizin, menilai perilaku Syahri sangat tidak pantas. Menurutnya, tindakan itu tidak hanya merendahkan martabat lembaga legislatif tetapi juga melukai perasaan masyarakat yang berharap wakilnya bekerja serius. Faizin menyebutnya sebagai bentuk degradasi moral politik yang nyata. Ia juga menganggap aksi tersebut sebagai penghinaan terhadap penderitaan rakyat yang sedang dirundingkan nasibnya.
GMNI kemudian mendesak pimpinan DPRD Jember untuk mengambil tindakan tegas. Faizin meminta agar Badan Kehormatan segera menggelar evaluasi dan menjatuhkan sanksi konkret. Jika tidak, legitimasi DPRD di mata publik bisa semakin merosot. “Yang dibutuhkan adalah pendidikan politik, disiplin organisasi, dan kesadaran moral bahwa jabatan politik merupakan amanah rakyat,” ujar Faizin dalam keterangan persnya pada Jumat (15/5/2026). Ia juga mengingatkan bahwa semua fasilitas anggota dewan bersumber dari uang pajak. Karena itu, mereka harus bertanggung jawab kepada publik.
Lebih jauh, GMNI menyoroti buruknya kualitas kaderisasi partai politik. Faizin menegaskan bahwa partai harus kembali ke fitrahnya sebagai penyambung lidah rakyat. Ia berharap ke depan tidak ada lagi figur elektoral yang hanya pintar berkampanye tetapi tidak memiliki kedewasaan etik dan sosial.
Peristiwa bermula saat Komisi D menggelar rapat dengan Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, BPJS Kesehatan, dan perwakilan puskesmas. Agenda rapat mencakup pembahasan campak, stunting, dan persoalan kesehatan lainnya. Seorang jurnalis warga bernama Muhammad Yunus, pemilik akun media sosial Pak Jitu, datang untuk meliput. Ia berniat mengabadikan pidato legislator PKS Achmad Dhafir Syah. Namun karena posisi kamera dekat dengan tempat duduk Syahri, otomatis semua gerak-gerik Syahri juga terekam. Video yang diunggah pada Selasa (12/5/2026) itu sontak memicu kehebohan publik.
Menanggapi hal tersebut, Ketua DPC Gerindra yang juga menjabat Ketua DPRD Jember, Ahmad Halim, menyatakan akan ada proses tindak lanjut. Ia tidak menutup kemungkinan adanya sanksi partai, mulai dari teguran lisan hingga sanksi administrasi dan disiplin. Sementara itu, Achmad Syahri Assidiqi sendiri telah meminta maaf secara terbuka melalui video. Ia mengakui perbuatannya dan menyatakan siap menerima segala sanksi dari DPRD maupun partai. “Saya khilaf,” ucapnya singkat. (*)
