Rumah di Singosari Malang Luluh Lantak Diduga karena Petasan Rakitan, Enam Orang Terluka
BeritaHarianJatim.com, MALANG – Sebuah rumah di Dusun Sumbul, Desa Klampok, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, hancur porak-poranda akibat ledakan dahsyat pada Minggu malam (24/5/2026). Peristiwa itu melukai enam penghuni, satu di antaranya mengalami luka bakar parah hingga 60 persen. Kekuatan ledakan juga merusak bangunan secara signifikan.
Kepala Humas Polres Malang, AKP Bambang Subinajar, mengungkapkan bahwa ledakan terjadi sekitar pukul 20.00 WIB di kediaman milik Sumari. Ketika insiden berlangsung, pemilik rumah sedang berada di kandang ternak yang letaknya di belakang rumah, sementara anggota keluarga lainnya berada di dalam bangunan.
“Saat pemilik rumah memberi makan ternak, tiba-tiba terdengar ledakan keras. Begitu saksi keluar dari kandang, rumah sudah rusak berat dan para korban masih tergeletak di posisi awal,” jelas Bambang kepada detikcom, Selasa (26/5/2026).
Korban dengan luka paling berat bernama Syamsul Arifin (26). Ia dilarikan ke RSSA Malang dan kini dirawat intensif karena mengalami luka bakar pada sekitar 60 persen tubuhnya. Lima korban lainnya, yakni Yantin (52), Nur Vitaniyah (25), Malinda (15), Kenzi Alfaro (3), dan Febriansyah (10), menderita luka ringan hingga sedang.
Tim gabungan dari Polres Malang, Tim Jibom Den Gegana Sat Brimob Polda Jatim, dan Bidlabfor Polda Jatim melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) lanjutan pada Senin (25/5/2026). Langkah yang diambil antara lain sterilisasi lokasi, pengambilan sampel, serta penyitaan 18 barang bukti. Barang-barang yang diamankan meliputi selongsong berisi residu serbuk petasan, serpihan kertas dengan sisa bubuk, alat pemadat, sumbu petasan, dan perangkat yang diduga untuk meracik bahan peledak.
Hasil penyelidikan sementara mengarah pada dugaan bahwa ledakan berasal dari petasan yang sedang dirakit di dalam rumah. Namun polisi masih mendalami asal-usul bahan baku petasan tersebut. “Satreskrim Polres Malang bersama Polda Jatim masih menyelidiki, termasuk melacak sumber bubuk petasan yang ditemukan di lokasi. Seluruh barang bukti juga diuji di laboratorium untuk mengetahui kandungannya,” terang Bambang.
Petugas juga memasang garis polisi di sekitar rumah dan meningkatkan patroli di wilayah tersebut untuk menjaga keamanan. “Kami imbau masyarakat agar tidak merakit atau menyimpan bahan petasan karena sangat berbahaya dan bisa memakan korban jiwa,” pungkasnya. (*)
