Ledakan Petasan di Kepanjen Malang, Satu Pedagang Nasi Goreng Tewas, Polisi Buru Asal Bahan Peledak
BeritaHarianJatim.com, MALANG – Rumah sederhana di Desa Jenggolo, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, hancur bagian tengah dan kamarnya setelah sebuah ledakan dahsyat mengguncang kawasan itu pada Sabtu (23/5/2026) siang. Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 11.15 WIB itu merenggut nyawa seorang pria paruh baya bernama S (48). Ia adalah pedagang nasi goreng keliling yang sehari-hari berjualan di sekitar wilayah Kepanjen.
Korban ditemukan dalam kondisi mengenaskan dengan luka bakar di hampir seluruh tubuh, mulai dari kaki, tangan, dada, perut, hingga wajah. Ia sempat dilarikan ke RSUD Kanjuruhan Kepanjen untuk menjalani perawatan intensif. Namun setelah dua jam tim medis berusaha menyelamatkan nyawanya, korban akhirnya meninggal dunia. Sementara itu, getaran ledakan yang sangat keras juga merusak plafon sejumlah rumah kerabat yang berada tepat di samping bangunan korban.
Keponakan korban, Slamet (42), mengaku baru mengetahui kabar duka ini setelah dirinya pulang dari Bululawang. Ia sendiri juga berprofesi sebagai pedagang nasi goreng keliling. “Saat kejadian saya ada di Bululawang. Saya juga pedagang nasi goreng di sana. Tiba-tiba dapat kabar, langsung pulang ke rumah,” ungkap Slamet, Minggu (24/5/2026). Slamet juga menyebut bahwa anak korban yang saat itu berada di Bululawang bersamanya sempat pingsan karena kaget dan trauma mendengar kabar musibah tersebut.
Polisi yang mendapat laporan warga segera menerjunkan tim ke lokasi. Kasi Humas Polres Malang, AKP Bambang Subinajar, menjelaskan bahwa warga pertama kali mendengar suara ledakan keras dari dalam rumah S. Setelah itu, mereka masuk dan menemukan korban sudah terkapar dengan luka bakar parah. Laporan langsung diteruskan ke Polsek Kepanjen, dan petugas dibantu tim identifikasi Satreskrim Polres Malang segera melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Evakuasi korban ke rumah sakit juga dilakukan saat itu juga.
Dari hasil penggeledahan, polisi menemukan satu kaleng ember yang berisi petasan berbagai ukuran. Petasan tersebut diduga kuat menjadi penyebab ledakan. Seluruh barang bukti telah diamankan untuk penyelidikan lebih lanjut. Saat ini, penyidik tengah mendalami dari mana korban mendapatkan bubuk petasan dan bagaimana proses perakitan hingga memicu ledakan. Bambang menegaskan bahwa polisi masih menyelidiki kemungkinan adanya unsur kelalaian pidana, termasuk apakah korban sengaja merakit petasan di dalam rumah.
Meski pihak rumah sakit sempat mengajukan permintaan visum dan autopsi, keluarga korban menyatakan ikhlas dan menolak proses tersebut. Mereka menerima musibah ini sebagai takdir. Meski demikian, polisi memastikan penyelidikan tetap berlanjut untuk mengungkap secara utuh asal-usul bahan peledak dan rangkaian peristiwa yang menyebabkan ledakan maut ini. (*)
