Petrokimia Gresik Sukses Tingkatkan Hasil Panen Melon Pantura Jawa Timur

BeritaHarianJatim.com, Gresik – Petrokimia Gresik mengandalkan program unggulan Pestani. Program ini mendorong peningkatan produktivitas, kualitas buah, dan kesejahteraan petani melon di Pantura Jawa Timur. Dalam program tersebut, rata-rata hasil panen naik hingga 10 persen dibanding kondisi normal.

Adityo Wibowo, Direktur Keuangan dan Umum Petrokimia Gresik, menjelaskan kunci sukses peningkatan hasil panen. Kuncinya adalah inovasi, disiplin budidaya, dan pemupukan yang tepat. “Semua itu mampu menghasilkan melon berkualitas super, ukuran besar dan rasa optimal,” ujarnya dalam keterangan resmi, Rabu (9/4).

Pestani merupakan program pendampingan sekaligus ajang kompetisi. Program ini mengajak petani menerapkan praktik pertanian presisi. Praktik tersebut mencakup pupuk berimbang, perawatan tanaman, dan pengendalian hama yang efektif. Sebanyak 210 petani dari lima daerah (Tuban, Bojonegoro, Lamongan, Ngawi, dan Gresik) mengikuti program ini. Mereka berkompetisi sejak tanam hingga panen.

Para peserta mendapat dukungan penuh dari Petrokimia Gresik. Dukungan tersebut berupa sarana produksi pertanian. Sarana itu antara lain Phonska Lite, K-Plus, Phonska Cair, Phosgreen, ZA Plus, dan Petro Biofertil.

Hasilnya menggembirakan. Produktivitas melon melonjak dari rata-rata 18 ton menjadi 20 ton per hektare. Pendapatan petani pun ikut naik hingga rata-rata Rp22 juta per satu siklus tanam.

Adityo berharap petani lainnya bisa mereplikasi praktik sukses ini. “Dengan begitu, manfaat program bisa semakin luas dan berkelanjutan,” tuturnya.

Petrokimia Gresik menggelar acara Panen Raya dan Apresiasi Pestani Melon Pantura di Tuban pada Selasa (7/4). Dalam acara itu, perusahaan bersama para petani membagikan 540 kilogram melon secara gratis kepada masyarakat.

Suhartoyo adalah salah satu peserta sekaligus juara pertama Pestani Melon Pantura. Ia mengungkapkan bahwa musim tanam kali ini menghadapi cuaca ekstrem. Meski demikian, produk Petrokimia Gresik mampu menjaga pertumbuhan melon. “Hasilnya justru lebih baik dibanding musim sebelumnya dengan kondisi cuaca yang sama,” ujarnya bangga.