Piala Wali Kota Surabaya Jadi Ajang Seleksi Atlet Wushu untuk Porprov Jatim 2027

BeritaHarianJatim.com, SURABAYA – Sebanyak seribu lebih atlet wushu dari berbagai daerah memadati Fairway Nine Mall pada Sabtu (2/5/2026). Mereka bertanding dalam kejuaraan Piala Wali Kota Surabaya yang ternyata bukan sekadar kompetisi biasa. Ketua Pengurus Kota Wushu Indonesia Surabaya, Chriswanto Agus Hariono, mengungkapkan bahwa ajang ini menjadi salah satu metode pembinaan sekaligus penjaringan atlet potensial untuk menghadapi Pekan Olahraga Provinsi Jawa Timur (Porprov Jatim) 2027.

Chriswanto menjelaskan bahwa kejuaraan tahun ini tidak hanya diikuti atlet dari Surabaya. Cakupannya diperluas menjadi tingkat nasional, sehingga menarik peserta dari berbagai penjuru Indonesia. “Untuk kejuaraan kali ini, Piala Wali Kota ini kita buat tingkat nasional. Tingkat nasional dari beberapa daerah yang cukup jauh, jadi ada yang dari Sulawesi Utara, ada dari Kalimantan Selatan, ini yang cukup jauh,” ujarnya di sela-sela pertandingan.

Menurut Chriswanto, ajang ini penting untuk mengukur kemampuan sekaligus melihat potensi atlet. Para atlet senior yang ingin masuk tim Porprov Surabaya wajib bertanding di kelas senior terlebih dahulu. “Tujuan kejuaraan kali ini itu kita gelar salah satunya adalah untuk yang di senior, adalah seleksi atlet untuk masuk di tim Porprov, jadi kalau mau ikut seleksi (Porprov) dia harus main di kelas senior dulu,” katanya.

Kejuaraan ini mempertandingkan tiga kategori. Pertama adalah Taiji Veteran, kedua Taolu yang merupakan seni permainan, dan ketiga nomor tradisional yaitu jurus kung fu dari masing-masing perguruan. Pembagian kategori ini memberi ruang bagi atlet dengan beragam keahlian untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka.

Jumlah peserta cukup besar, sekitar seribu atlet. Namun Chriswanto menyebut belum semuanya hadir karena beberapa atlet dari Jawa Barat tidak bisa ikut lantaran di daerahnya juga ada kompetisi. Tingginya minat ini dinilai sebagai modal positif dalam pembinaan wushu di berbagai daerah.

Dukungan pemerintah juga sangat terasa. Chriswanto mengapresiasi Pemkot Surabaya yang mulai menggeliatkan kembali kejuaraan Piala Wali Kota yang sempat vakum beberapa tahun akibat pandemi Covid-19. “Kalau dari pemerintah saya rasa sangat bagus. Pembinaan tetap berjalan, apalagi Piala Wali Kota sempat vakum beberapa tahun karena Covid-19. Sekarang mulai digiatkan kembali dan dukungan pemerintah sangat terasa,” ujarnya.

Target ke depan cukup berat. Surabaya membidik 250 medali emas di Porprov Jatim mendatang. Setiap cabang olahraga diwajibkan menaikkan perolehan satu hingga dua medali emas. “Jelas targetnya harus meningkat. Surabaya menargetkan 250 medali emas di Porprov. Target itu cukup berat, tetapi tetap harus diusahakan, karena setiap cabor diwajibkan untuk menaikkan satu sampai dua medali emas,” katanya.

Chriswanto berharap kejuaraan seperti Piala Wali Kota terus dipertahankan. Saat ini jumlah atlet wushu di Surabaya sudah mencapai 400 hingga 500 orang. Para pelatih pun antusias membina atlet. “Harapan saya untuk jenjang ini tetap dipertahankan. Karena sekarang ini secara jumlah atlet Wushu di Surabaya ini cukup banyak, lebih dari 400-500 atlet. Kemudian prestasi jelas, pelatih-pelatih ini antusias untuk membina atlet. Jadi harapan saya pelatih tetap antusias membina,” pungkasnya. (*)