Insiden Viral Skatepark Magetan, Skater Diduga Ditendang Pengunjung Usai Ditegur
BeritaHarianJatim.com, MAGETAN – Sebuah insiden di Skatepark Alun-Alun Magetan viral di media sosial. Seorang skater menjadi korban dugaan kekerasan setelah menegur pengunjung yang membiarkan anaknya bermain di area skatepark. Peristiwa itu terjadi saat komunitas skateboard sedang berlatih. Salah seorang pengunjung datang bersama anaknya dan membiarkan anak tersebut bermain di area yang seharusnya khusus untuk olahraga ekstrem.
Para skater mengaku sudah mengingatkan pengunjung dengan baik. Mereka menjelaskan bahwa area itu memiliki risiko tinggi dan menyarankan anak bermain di playground yang berada di sisi timur. Namun imbauan itu tidak direspons. Para skater pun melanjutkan aktivitas. Tak lama, ketika seorang skater meluncur di dekat pengunjung, pria itu diduga menendang ke arah skater. Beruntung tendangan tidak mengenai korban.
Yusuf Rahman Cahyo Kusna, salah satu skater, mengatakan komunitas selalu berusaha menjaga keamanan area. Biasanya mereka membersihkan area terlebih dahulu. Jika ada anak kecil, mereka mengajak bicara dengan sopan. Jika anak belum paham, mereka menyampaikan kepada orang tua. Yusuf menegaskan tujuan mereka bukan melarang anak bermain, tetapi mencegah kecelakaan. Skatepark adalah fasilitas olahraga ekstrem dengan risiko cedera tinggi.
Menurut Yusuf, keberadaan anak-anak di skatepark bukan hal baru. Selama ini skater dan pengunjung bisa saling memahami setelah diberi penjelasan. Namun kali ini, pengunjung justru bereaksi emosional. Ia menyayangkan tindakan yang dinilai menghakimi sepihak meski sudah diberikan penjelasan.
Komunitas skateboard Magetan kembali menyuarakan perlunya peningkatan fasilitas keselamatan. Skatepark yang dibangun sekitar tahun 2016 masih memiliki keterbatasan. Salah satunya tidak ada pembatas antara skatepark dan playground. Anak-anak sering keluar masuk area skatepark saat aktivitas berlangsung. Ini berisiko bagi anak-anak dan skater.
Mereka juga berharap pemerintah menambah penerangan dan kamera pengawas. Lampu yang memadai akan membuat malam lebih terang. CCTV juga bisa membantu mengungkap kronologi kejadian. Selain itu, para skater mengusulkan rehabilitasi ringan terhadap fasilitas yang sudah kurang memadai.
Skatepark telah menjadi ruang berekspresi dan tempat berkumpul bagi generasi muda Magetan. Yusuf berharap perhatian terhadap fasilitas itu terus ditingkatkan. Insiden antara kedua pihak disebut sudah diselesaikan secara damai. Namun para skater berharap kejadian serupa tidak terulang.
Kepala Bidang Tata Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Magetan, Sriatun, mengatakan pihaknya telah memasang papan imbauan. Skatepark tidak diperuntukkan sebagai area bermain anak. “Kami memasang imbauan bahwa skatepark digunakan untuk olahraga bukan untuk bermain. Di kawasan Alun-Alun Magetan juga ada tim pranata taman nanti sekalian bisa mensosialisasikan juga kepada pengunjung terkait imbauan ini,” katanya. (*)
