Rumah Kayu di Ngawi Ludes Terbakar, Kakek 86 Tahun Tak Sempat Selamat
BeritaHarianJatim.com, NGAWI – Si jago merah melalap sebuah rumah berbahan kayu di Desa Jambangan, Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi, pada Kamis sore (11/6/2026). Peristiwa itu merenggut nyawa seorang pria lanjut usia bernama Siryono (86). Sang kakek diduga tidak bisa menyelamatkan diri karena api dengan cepat membesar dan menghanguskan bangunan.
Kebakaran terjadi sekitar pukul 17.30 WIB. Warga setempat panik melihat kobaran api yang menyala hebat. Mereka berusaha memadamkan dengan peralatan seadanya sebelum petugas tiba. Namun material kayu yang dominan membuat api merambat sangat cepat. Pada saat kejadian, Siryono sedang seorang diri di rumah. Istrinya, Ninuk Sri Suwarti (75), sedang keluar membeli makanan. Korban dalam kondisi sakit sehingga tidak mampu bergerak cepat menyelamatkan diri.
Seorang warga bernama Supriyadi mengaku tiba di lokasi saat api sudah sangat besar. “Saya datang api sudah besar, kita bantu padamkan dengan peralatan seadanya, kita tidak bisa menyelamatkan korban karena api terlalu besar. Korban terbakar saat ditinggal istri beli makanan,” ujarnya. Dua unit mobil pemadam kebakaran dari Pemerintah Kabupaten Ngawi dikerahkan. Petugas berjuang sekitar satu jam untuk mengendalikan dan memadamkan api.
Saat proses pendinginan dan penyisiran, petugas menemukan jasad Siryono di dalam kamar. Tubuhnya mengalami luka bakar parah. Rekaman warga yang beredar memperlihatkan api membumbung tinggi dan melahap hampir seluruh bagian rumah. Kapolsek Paron, AKP Muh Nur Haris, bersama tim langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). “Kita sedang olah TKP, korban tewas seorang kakek terbakar. Korban kita bawa ke rumah sakit, penyebab masih dalam penyelidikan,” katanya.
Jenazah dibawa ke RSUD dr. Soeroto Ngawi untuk penanganan lebih lanjut. Garis polisi dipasang di lokasi untuk membantu penyelidikan. Polisi masih mendalami sumber api yang memicu kebakaran dengan memeriksa sejumlah saksi. Peristiwa ini menjadi pengingat bagi keluarga yang memiliki anggota lansia atau sedang sakit untuk lebih waspada terhadap potensi kebakaran. Keterbatasan fisik sering menyulitkan evakuasi mandiri dalam keadaan darurat. (*)
