Penjaga Toko Pertanian di Sambit Ponorogo Diduga Kena Gendam 2 WNA
BeritaHarianJatim.com, PONOROGO – Kerugian Rp5 juta diderita sebuah toko pertanian di Desa Kemuning, Kecamatan Sambit, Kabupaten Ponorogo, setelah dua orang pria asing berhasil menguras laci kasir dengan modus yang diduga kuat menggunakan gendam. Peristiwa ini terjadi pada Senin (8/6/2026) sekitar pukul 14.30 WIB. Pelaku yang mengaku berasal dari Dubai itu datang menggunakan mobil silver tanpa pelat nomor.
Pegawai toko bernama Muhammad Hamim mengaku kejadian berlangsung begitu cepat hingga dirinya tidak sempat bereaksi. “Orang beli biasa masuk situ, waktu ke kasir ya kayak bingung gitu pegawai,” ungkapnya saat ditemui di lokasi, Selasa (9/6/2026). Menurut Hamim, kedua pria itu awalnya berpura-pura ingin membeli benih tomat. Namun setelah masuk ke dalam toko, mereka langsung mendekati meja kasir dan meminta tolong untuk menukarkan uang pecahan Rp50 ribu dengan uang Rp100 ribu edisi lama.
Saat Hamim mencari-cari uang yang diminta, salah satu pelaku dengan leluasa membuka laci kasir dan mengambil seluruh isinya. “Ke kasir itu, dia bilang mau tukar uang 50 ribuan dua lembar dengan 100 ribu yang lama. Tapi ketika itu, dia langsung ke kasir, buka laci ambil uangnya. Total kerugian Rp5 juta,” jelas Hamim. Kedua pelaku berpenampilan seperti orang Arab, mengenakan masker dan topi sehingga ciri wajah sulit dik dikenali. Komunikasi dilakukan dengan campuran bahasa Indonesia dan Inggris.
Kejadian ini menjadi yang kedua dalam waktu berdekatan. Sebelumnya, toko perabotan rumah tangga di Kelurahan Banyudono juga menjadi sasaran dengan modus serupa. Rekaman CCTV di lokasi pertama memperlihatkan kedua pria asing itu dengan jelas. Polisi kini tengah menyelidiki apakah pelaku di Sambit dan Banyudono adalah orang yang sama.
Babinsa Desa Kemuning, Sersan Dua Habibi, mengimbau warga agar tidak mudah percaya kepada orang asing yang baru dikenal. “Selaku Babinsa di sini menghimbau seluruh masyarakat, dengan adanya kejadian di wilayah Kemuning, berharap kepada masyarakat berhati-hati dengan kejadian ini. Jangan mudah percaya kepada orang-orang asing yang tidak dikenal. Sangat meresahkan,” tegasnya. Hingga kini, polisi masih memeriksa rekaman CCTV dan meminta keterangan saksi untuk mengungkap identitas kedua pelaku yang diduga kuat sudah beraksi di lebih dari satu lokasi. (*)
