Pelajar Sebrangi Jalur Sungai Sampang, Murid Terpaksa Libur Saat Air Deras
BeritaHarianJatim.com, SAMPANG – Setiap pagi, puluhan pelajar di Kecamatan Karang Penang, Kabupaten Sampang, harus menyeberangi aliran sungai yang cukup lebar untuk sampai ke sekolah. Aktivitas berbahaya ini sudah berlangsung bertahun-tahun. Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Karang Penang, R. Dhahibur Rahman Bahmas, mengungkapkan bahwa pemerintah desa maupun daerah tak kunjung memberikan perhatian serius terhadap kondisi ini.
Akibatnya, saat debit air sungai meningkat drastis, para siswa terpaksa tidak masuk sekolah. “Yang lebih memprihatinkan jika air sungai naik tinggi, anak-anak terpaksa libur karena takut terjadi sesuatu yang tidak diinginkan,” ujarnya. Jalur lintasan ini juga sudah memakan korban jiwa. Setidaknya enam orang meninggal dunia setelah hanyut arus sungai saat melintas.
Namun, di tengah minimnya respons pemerintah, Muhammadiyah mengambil langkah konkret. Organisasi Islam tersebut mengalokasikan dana untuk membangun jembatan permanen. Proyek ini mendapat sokongan penuh dari Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Prof. Dr. Abdul Mu’ti. “Jembatan ini sudah dianggarkan oleh Muhammadiyah. Beberapa hari yang lalu telah dilakukan peletakan batu pertama oleh Mendikdasmen RI,” ungkap Dhahibur.
Warga setempat menyambut gembira pembangunan jembatan tersebut. Mereka berharap fasilitas ini nantinya bisa menjadi akses aman bagi seluruh masyarakat, terutama anak-anak sekolah. “Semoga setelah jembatan ini selesai, bisa membawa manfaat besar bagi warga khususnya para siswa sekolah,” tandasnya. (*)
