Ibu Ojol Surabaya Nyaman dengan Sistem Bansos Digital, Proses Verifikasi Cuma Dua Menit

BeritaHarianJatim.com, SURABAYA – Maria Bibit Eko Rina tidak perlu lagi mengantre atau menunggu lama untuk mengetahui apakah dirinya layak menerima bantuan sosial. Cukup dengan menatap layar ponsel, namanya langsung muncul. Kurang dari dua menit, status penerima Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) terkonfirmasi. Maria adalah salah satu dari 250 warga Kelurahan Pakis, Surabaya, yang menjadi peserta uji coba Sistem Perlinsos pada Jumat (12/6/2026). Sistem ini merupakan inovasi digital dari Kementerian Komunikasi dan Digital bersama Kementerian Sosial.

Maria mengaku sangat terbantu. Selama ini ia bekerja sebagai pengemudi ojek online di Kupang Gunung Timur. Dua anaknya masih balita dan satu lagi duduk di bangku SMK. Bantuan sosial sangat berarti untuk kebutuhan dapur dan biaya sekolah. Kekhawatirannya tentang bantuan salah sasaran kini terjawab. “Ini jauh lebih bagus soalnya kan bisa mengetahui layak atau enggaknya dari NIK kita itu tadi. Kalau dari perangkat seperti RT-RW kan bisa dimanipulasi datanya,” ujar Maria.

Fleksibilitas waktu juga menjadi nilai tambah. Maria bisa mengecek statusnya kapan saja secara mandiri. Dia tidak perlu lagi bergantung pada informasi dari tetangga atau petugas. Selama ini, bansos PKH dan BPNT sangat bermanfaat untuk memenuhi kebutuhan pokok. “Untuk sekolah anak mas. Kan yang paling utama itu kan sekolah anak gitu. Kalau bansos sembako ya dibelikan sembako itu aja,” katanya.

Kendala teknis tetap ada, terutama bagi warga lanjut usia yang tidak akrab dengan teknologi. Arinda Prasanti (42), warga Kembang Kuning Kulon, merasakan manfaat percepatan proses, tetapi ia melihat tetangga lansianya kebingungan. “Ada tadi yang HP-nya enggak bisa, karena akibat tidak ada emailnya,” jelas Arinda. Namun masalah itu teratasi karena sistem mengizinkan pendaftaran dibantu oleh orang lain. Asalkan melalui Identitas Kependudukan Digital (IKD) dan verifikasi wajah secara langsung.

Koordinator Gugus Tugas Komite Percepatan Transformasi Digital Pemerintah (KPTDP), Rahmat Danu Andika, menjelaskan bahwa proses verifikasi dapat dibantu tetangga atau orang yang dipercaya. Sistem mewajibkan autentikasi biometrik secara real time, sehingga risiko penipuan bisa ditekan. “Siapapun orangnya tinggal akses ke portal itu, bisa bantu daftar dengan orang lain. Toh ada autentikasi biometriknya,” kata Andika.

Meski demikian, kebijakan pelibatan orang lain masih akan dikaji risikonya. Sistem Perlinsos baru akan diterapkan secara nasional pada tahun 2027. Harapannya, sistem ini bisa menjadi gerakan gotong royong digital di masyarakat. Delapan kementerian dan lembaga digandeng untuk bertukar data, antara lain Dukcapil, BPS, BPJS Ketenagakerjaan, PLN, Kemensos, ATR/BPN, Korlantas, dan BKN. Ke depan, sistem ini tidak hanya untuk bansos, tetapi juga subsidi listrik, BBM, PIP, hingga bantuan UMKM. (*)