Demo Ojol dan Taksi Online Digelar 28 April, Ribuan Massa Bakal Padati Jalan Protokol Surabaya

BeritaHarianJatim.com, SURABAYA – Sebanyak tiga ribu pengemudi ojek online dan taksi online diperkirakan akan membanjiri jalan-jalan protokol di Surabaya dan Sidoarjo pada Selasa, 28 April 2026. Mereka tergabung dalam aliansi Driver Online Bubarkan Aplikator Nakal Jawa Timur (DOBRAK Jatim). Rencana unjuk rasa besar-besaran ini disampaikan langsung oleh Humas DOBRAK Jatim, Samuel Grandy Kalengkongan, pada Minggu (26/4/2026).

Pergerakan massa akan dimulai dari Alun-alun Sidoarjo. Sekitar 400 kendaraan roda dua dan roda empat akan melakukan konvoi menuju Bundaran Waru. Setelah berkumpul dengan rekan sejawat dari kota lain, massa akan melanjutkan longmarch ke sejumlah kantor pemerintahan di Jawa Timur. Titik-titik yang menjadi sasaran antara lain Kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Jatim di Jalan Ahmad Yani dan Gedung DPRD Jatim di Jalan Indrapura, Surabaya.

Samuel menyampaikan bahwa potensi kemacetan diprediksi terjadi di sepanjang jalur penghubung Sidoarjo–Surabaya. Kawasan yang akan terdampak meliputi Bundaran Waru, Jalan Ahmad Yani, Jalan Darmo, hingga Jalan Pahlawan. Ia pun menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan yang mungkin timbul selama aksi berlangsung. “Kami mengimbau para pengguna jalan untuk mengantisipasi kemacetan dengan mencari jalur alternatif dan menghindari ruas jalan yang akan dilalui oleh peserta aksi,” tambahnya.

Sejumlah tuntutan utama diusung dalam aksi ini. Para pengemudi mendesak DPRD Jawa Timur segera menerbitkan Peraturan Daerah (Perda) yang mengatur angkutan sewa khusus. Mereka juga menuntut Pemerintah Provinsi Jawa Timur memberikan sanksi tegas kepada aplikator yang melanggar aturan operasional, terutama terkait tarif yang telah diatur dalam SK Gubernur Jatim. Salah satu poin krusial yang diperjuangkan adalah penghapusan program aplikator yang tidak patuh pada tarif, yakni Rp2.000 per kilometer untuk roda dua dan Rp3.800 per kilometer untuk roda empat.

Aliansi DOBRAK Jatim bersama komunitas HIPDA, ADO, Kopassos Raya, dan Arsas telah mendeklarasikan bahwa aksi ini akan berlangsung secara damai. “Kami akan turun ke jalan demi penegakan tarif SKB dan Perda Jatim melalui aksi damai ini, DOBRAK Jatim, wani, wani, wani!” tegas Samuel. (*)