Disnakeswan Tulungagung: Delapan Sapi Kurban Positif Cacing Hati, Tiga Organ Diafkir
BeritaHarianJatim.com, TULUNGAGUNG – Selama proses pemotongan hewan kurban di Kabupaten Tulungagung, petugas dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) setempat menemukan sejumlah kasus infeksi cacing hati. Dari total 8 ekor sapi yang terindikasi positif, tiga di antaranya harus menjalani afkir pada bagian hatinya. Temuan ini terungkap dalam pemantauan yang dilakukan di berbagai lokasi penyembelihan, terutama di masjid-masjid besar di seluruh kecamatan.
Kabid Kesehatan Masyarakat, Veteriner dan Kesejahteraan Hewan Disnakeswan Tulungagung, Ersthanty Novelita, menjelaskan bahwa pihaknya berkolaborasi dengan Ikatan Dokter Hewan Indonesia. Pemeriksaan mencakup dua tahap, yakni ante mortem (sebelum pemotongan) dan post mortem (setelah pemotongan). Pemantauan difokuskan pada masjid-masjid besar se-Tulungagung. “Pemeriksaan meliputi post mortem dan ante mortem hewan kurban. Pemantauan dilakukan di masjid besar seluruh kecamatan Tulungagung,” ujarnya, Jumat (29/5/2026).
Dari hasil pengawasan tersebut, ditemukan delapan ekor sapi yang terinfeksi cacing hati. Dari jumlah itu, tiga organ hati dinyatakan tidak layak konsumsi dan harus diafkir. “Jadi sampai sekarang laporan yang kami terima ada delapan ekor sapi kurban yang terjangkit cacing hati,” jelas Ersthanty. Meski demikian, petugas memastikan daging hewan tersebut tetap aman dikonsumsi setelah organ hati yang sakit dibuang.
Sementara itu, Disnakeswan Tulungagung memprediksi jumlah total hewan kurban pada Idul Adha 2026 akan mengalami penurunan. Perkiraan sementara, angka penyembelihan tahun ini turun antara 10 hingga 15 persen dibanding tahun sebelumnya. “Tahun lalu total hewan kurban yang disembelih mencapai 3.500 ekor. Dan tahun ini diprediksi turun 10 sampai 15 persen,” pungkasnya. Penurunan ini diduga akibat berbagai faktor ekonomi dan ketersediaan hewan kurban di pasaran. (*)
