Operator Sound System Tewas Kesetrum Saat Hujan Deras di Acara Pengajian Mojokerto

BeritaHarianJatim.com, MOJOKERTO – Sebuah acara pengajian dan sholawatan di Dusun Gedeg Wetan, Desa Gedeg, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto, berakhir tragis pada Jumat (22/5/2026) malam. Hujan deras yang mengguyur lokasi kegiatan di halaman Musholla Wakaf Darun Na’im menjadi pemicu insiden mematikan. Seorang pria yang bertugas mengoperasikan perangkat suara dan siaran video ditemukan tewas akibat aliran listrik.

Korban diketahui bernama PFN (27), warga Lingkungan Sentanan, Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto. Ia bukan hanya operator, tetapi juga diduga ikut merangkai instalasi kelistrikan untuk kebutuhan acara yang digelar dalam rangka Halal Bihalal sekaligus menyambut Idul Adha 1447 H. Air hujan yang membasahi area diduga menyebabkan kabel atau stop kontak menjadi basah, sehingga arus listrik merambat ke meja operator di dekat korban.

Kasi Humas Polres Mojokerto Kota, Ipda Jinarwan, menyatakan bahwa pihaknya masih menyelidiki rangkaian peristiwa secara mendalam. Namun berdasarkan analisis sementara, sumber sengatan listrik berasal dari perangkat yang terkena air. “Korban diduga tersengat arus listrik yang berasal dari stop kontak atau kabel yang basah terkena air hujan. Arus kemudian merambat ke meja operator yang berada di dekat korban. Korban diketahui menjadi operator video streaming sekaligus bagian dari tim sound system dalam kegiatan tersebut,” ungkapnya pada Sabtu (23/5/2026).

Selain merenggut nyawa PFN, kejadian yang sama juga menyebabkan dua warga lainnya ikut tersetrum. Mereka adalah S (65), warga Desa Tempuran, Kecamatan Sooko, dan MRF (25), warga Desa Gedeg, Kecamatan Gedeg. Keduanya berhasil selamat namun mengalami luka akibat sengatan listrik. Hingga berita ini diturunkan, kondisi mereka belum diketahui secara pasti.

Polisi segera mengamankan barang bukti berupa kabel audio dari lokasi kejadian untuk keperluan penyelidikan. Tim Inafis Polres Mojokerto Kota telah melakukan pemeriksaan luar terhadap jenazah korban. Keluarga PFN menyatakan ikhlas dan menolak dilakukannya autopsi. Mereka menganggap musibah ini sebagai takdir. Jenazah kemudian langsung dibawa ke rumah duka di Kota Mojokerto untuk dimakamkan.

Sementara itu, Unit Reskrim Polsek Gedeg terus memeriksa sejumlah saksi yang berada di lokasi saat peristiwa nahas itu terjadi. Pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati terhadap instalasi listrik di luar ruangan, terutama saat cuaca hujan. (*)