Pelaku Pembunuhan Satpam Sukomanunggal Ngaku Emosi Pinjol
BeritaHarianJatim.com, SURABAYA – Seorang satpam berinisial D (34) ditemukan tewas bersimbah darah di pos jaga kawasan Darmo Permai, tepatnya di Jalan Sukomanunggal Jaya, pada Senin (11/5/2026). Korban diketahui rajin beribadah. Ia tewas setelah ditusuk lebih dari tiga kali. Pelakunya tak lain adalah rekan kerjanya sendiri sesama satpam, berinisial OA (28). Tim gabungan Satreskrim Polrestabes Surabaya dan Polsek Sukomanunggal berhasil mengamankan OA kurang dari 24 jam setelah kejadian.
Kapolsek Sukomanunggal Kompol M Akhyar awalnya masih merahasiakan identitas pelaku. Namun, dari hasil penyelidikan, motif pembunuhan ini dipicu oleh masalah utang pinjaman online (pinjol). Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Edy Herwiyanto menjelaskan bahwa OA meminjam uang dari aplikasi pinjol, dan uang tersebut dipakai bersama dengan korban. Karena pinjaman itu menggunakan akun milik korban, D kemudian menagih OA. Pembahasan tentang siapa yang harus bertanggung jawab membayar memicu pertengkaran.
“Pelaku meminjam uang pinjol dan uangnya dipakai bersama. Muncul konflik antar keduanya untuk membahas siapa yang harus membayar. Karena pakai akun korban, korban lantas menagih dan pelaku tersinggung dengan pembahasan itu,” kata Edy. Merasa tersinggung, OA mengambil sebilah pisau dan langsung menyerang D secara membabi buta. Hasil autopsi menemukan enam luka tusuk di tubuh korban, tepatnya di leher, dada, perut, punggung, lengan, dan siku kiri.
Polisi yang melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) menemukan sepeda motor korban beserta dompet yang isinya masih lengkap. Namun, ponsel D tidak ditemukan di lokasi. “Dari temuan olah TKP dan keterangan saksi kita bisa tangkap pelaku OA kurang dari 24 jam,” tegas Edy. Ia memastikan tidak ada pelaku lain dalam pembunuhan ini. Dari penangkapan, polisi menyita barang bukti berupa sebilah pisau, tiga unit ponsel, sepeda motor, seragam satpam, serta hoodie hitam.
Diketahui, korban pertama kali ditemukan oleh rekan kerja lain yang berinisial SU. SU hendak mengganti shift jaga. Saat datang, ia merasa curiga karena lampu kompleks belum mati, padahal sesuai SOP lampu harus padam pukul 05.00 WIB. “Ketika dicari di mushola tidak ada. Lalu saksi ke pos jaga dan sudah menemukan korban tewas,” terang Kompol M Akhyar. Hingga kini, kasus tersebut masih dalam penyelidikan lebih lanjut. (*)
