Layangan Ahoed DC Malang Jadi Andalan Kejuaraan Dunia Combat Kite di Perancis

BeritaHarianJatim.com, MALANG – Di tangan para atlet layangan tarik dunia, produk asal Kabupaten Malang selalu menjadi andalan. Layangan buatan Ahoed DC Malang sudah menjadi langganan di Kejuaraan Dunia Combat Kite yang rutin digelar di Perancis. Ribuan layangan buatan Lucky Maulana itu bahkan telah diterbangkan di berbagai negara seperti Malaysia, Belanda, Jerman, hingga Perancis.

Lucky mengaku, produknya hampir tidak pernah absen dalam setiap gelaran kejuaraan dunia layangan tarik di Perancis. Terbaru, sebanyak 1.000 layangan dikirim ke negara tersebut untuk persiapan ajang yang dijadwalkan berlangsung pada 2027. “Kejuaraan dunia di Perancis layangan saya tidak pernah absen. Jadi layangan ini dipesan untuk kejuaraan Combat Kite di Perancis. Awal tahun kemarin pesan 1.000 pcs untuk kejuaraan tahun depan,” kata Lucky, Selasa (16/6/2026).

Bisnis ini bukan usaha baru. Lucky mewarisi keahlian dari sang ayah yang merintis sejak 1960 di Pandaan, Kabupaten Pasuruan. Pada 1992, Lucky mulai mengembangkan usaha sendiri di Singosari. Kini, ia memiliki rumah produksi yang lebih besar di Karangploso, Kabupaten Malang. Jaringan internasional mulai terbentuk ketika ia mengikuti turnamen layangan tarik di Bali beberapa tahun lalu. Di sana, ia bertemu komunitas pecinta layangan dari berbagai negara. Komunikasi yang terjalin membawa berkah bagi usaha Lucky. Pesanan rutin pun mengalir dari Asia hingga Eropa.

Dari berbagai model yang diproduksi, jenis layangan Sukhoi menjadi primadona di mata pembeli mancanegara. Nama Sukhoi terinspirasi dari pesawat tempur Rusia karena karakternya yang lincah dan stabil saat diadu. Lucky menjualnya dengan harga Rp7.000 per buah. Meski murah, ia tidak mengorbankan kualitas. Layangan menggunakan bambu petung yang dikeringkan selama enam hingga tujuh bulan untuk menghasilkan kerangka kuat, ringan, dan tahan lama.

Kesuksesan Ahoed DC Malang menembus pasar global menjadi bukti bahwa produk tradisional Indonesia bisa bersaing di level dunia. Kini, layangan dari Malang menjadi bagian tak terpisahkan dari ajang bergengsi Kejuaraan Dunia Combat Kite di Perancis. (*)