Dendam Masa Kecil Berujung Maut, Pemuda Jember Tewas Dibunuh Teman yang Sering Ia Bully
BeritaHarianJatim.com, JEMBER – Sebuah tragedi kelam terjadi di Desa Bogorejo, Kecamatan Gumukmas, Kabupaten Jember. Seorang pemuda bernama M. Syaiful Afandi (21) ditemukan tewas di sebuah rumah kosong. Pelakunya adalah RA (22), teman masa kecilnya sendiri. Polisi berhasil mengungkap kasus ini kurang dari delapan jam setelah mayat ditemukan pada Selasa sore (9/6/2026).
Kepala Unit Pidana Umum Satreskrim Polres Jember, Ipda Andry Yunni Prasetiyo, menjelaskan bahwa penyelidikan dimulai dari temuan mayat di rumah kosong milik warga. Petugas yang memeriksa saksi dan pemilik rumah langsung mencurigai RA, yang merupakan anak pemilik rumah. Rabu dini hari (10/6/2026) pukul 02.00 WIB, polisi berhasil mengamankan RA di Kecamatan Kencong.
Saat diinterogasi, RA mengakui perbuatannya. Motif di balik pembunuhan ini ternyata karena rasa sakit hati yang terpendam lama. Andry mengungkapkan, “Mereka sebenarnya adalah teman sepermainan. Pada masa kecilnya, pelaku sering di-bully.” Syaiful diketahui kerap merundung RA saat masih kecil.
Kronologi bermula ketika RA mengajak Syaiful untuk minum kopi bersama pada 1 Juni 2026. Dalam perbincangan santai itu, Syaiful bernada bercanda mengingat aksi bullying yang dulu ia lakukan terhadap RA. Hal itu membuat RA tersinggung, namun ia tidak menunjukkan emosi di tempat umum. Ia justru mengajak Syaiful ke rumah kosong miliknya yang tak berpenghuni.
Di rumah itulah pertengkaran hebat terjadi. Adu mulut berubah menjadi perkelahian fisik. RA memukul kepala Syaiful dengan toples kaca, dan juga sempat melempar senjata tajam. Korban yang sudah tak berdaya bahkan masih diikat dan terus dianiaya. “Saat korban dalam kondisi lemas, pelaku masih melakukan kekerasan,” kata Andry.
Polisi masih menyelidiki penyebab pasti kematian Syaiful, apakah akibat pukulan toples atau luka senjata tajam. Selain itu, pihak kepolisian juga mendalami apakah RA merencanakan pembunuhan ini sebelumnya atau hanya terjadi karena spontanitas amarah yang meledak. (*)
