Surabaya Fashion Festival 2026 Dihadiri Ribuan Warga, Jalan Tunjungan Jadi Catwalk Raksasa
BeritaHarianJatim.com, SURABAYA – Sebanyak 1.643 peserta parade busana dan 530 anggota dari 10 komunitas budaya nusantara memeriahkan Surabaya Fashion Festival 2026 yang berlangsung pada 19 hingga 21 Juni. Acara ini digelar di tiga lokasi sekaligus, yakni Balai Kota, Balai Pemuda, dan Jalan Tunjungan. Ribuan warga Surabaya dan sekitarnya tampak antusias menyaksikan pergelaran yang mengubah kawasan ikonik itu menjadi panggung mode raksasa.
Pembukaan festival dimulai Jumat (19/6) dengan lomba mewarnai untuk anak usia 3 hingga 6 tahun di Balai Kota. Sabtu (20/6), rangkaian acara dilanjutkan dengan lomba tari tradisional dan kreasi, lomba keterampilan baris berbaris, serta kompetisi band untuk jenjang SD, SMP, dan SMA se-Jawa Timur. Malam harinya, suasana semakin meriah dengan penampilan DJ. Puncak acara pada Minggu (21/6) diawali senam Dahlan Iskan di Balai Kota, kemudian dilanjutkan parade busana dan marching band yang start dari Siola Jalan Tunjungan hingga berakhir di Balai Kota.
Mewakili Wali Kota Eri Cahyadi, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kota Surabaya, M. Fikser, menyampaikan harapannya agar festival tahun kedua ini tidak hanya dinikmati masyarakat tetapi juga berdampak pada perekonomian daerah. “Surabaya Fashion Festival merupakan tahun kedua. Harapan kami, warga Surabaya bisa menikmati kegiatan ini dan pelaksanaannya dapat memberikan dampak positif, khususnya bagi geliat ekonomi dan sektor kreatif di Kota Surabaya,” ujarnya. Menurutnya, Jalan Tunjungan telah disulap menjadi ruang kolaborasi yang mempertemukan fesyen, seni, budaya, dan industri kreatif.
Ketua Panitia SFF 2026, Djoko Setyo, menambahkan bahwa keterlibatan peserta tahun ini cukup besar. “Paskibra ada 27 tim, per tim nya 30-40 anak dari sekolah SMP dan SMA di Kota Surabaya. Lalu peserta Parade Surabaya Fashion Festival 2026 ada 1.643, dan ada 10 komunitas budaya nusantara dengan jumlah 530 orang,” jelasnya. Djoko juga mengucapkan terima kasih atas antusiasme warga dan berharap tahun depan festival bisa digelar lebih meriah.
Acara ditutup pada Minggu malam sekitar pukul 19.00 WIB dengan hiburan dari Wawa Widi dalam tajuk Suroboyo Ambyar. Festival yang diselenggarakan Memorandum bersama Pemkot Surabaya ini diharapkan terus menjadi agenda tahunan yang memperkuat citra Surabaya sebagai kota kreatif dan inovatif. (*)
