Satu Perampok Bersenjata Api di Gresik Ditangkap di Sampang
BeritaHarianJatim.com, GRESIK – Aksi perampokan bersenjata api di SPBU Driyorejo, Kabupaten Gresik, yang membuat warga trauma dan satu orang terluka, mulai terungkap. Setelah buron beberapa bulan, Unit Resmob Satreskrim Polres Gresik berhasil menangkap seorang pria berinisial F (43) di rumahnya yang berada di Desa Bataporo Barat, Kecamatan Kedundung, Kabupaten Sampang, Madura. Pelaku diduga sebagai eksekutor penembakan dalam aksi brutal tersebut.
Proses penangkapan berlangsung alot. F berusaha melawan dan kabur, sehingga petugas terpaksa menembak kakinya. “Pelaku melakukan perlawanan saat diamankan sehingga kami lakukan tindakan tegas terukur,” ujar Kanit Resmob Satreskrim Polres Gresik, Ipda Andi Muh Asyraf Gunawan, Senin (25/5/2026).
Dalam interogasi awal, F mengakui bahwa aksi perampokan itu direncanakan bersama enam rekannya. Polisi menduga komplotan tersebut merupakan sindikat bandit lintas wilayah asal Sampang, Madura. Kini keenam rekannya masuk daftar pencarian orang (DPO). Selain menggondol uang ratusan juta rupiah, F juga diyakini sebagai orang yang melepaskan tembakan hingga melukai seorang warga saat peristiwa berlangsung. “Senjata api yang digunakan masih dibawa pelaku lain yang saat ini masih kami buru,” imbuh Andi.
Peristiwa nahas itu terjadi pada 14 April 2025 di Jalan Raya Krikilan, Kecamatan Driyorejo, Gresik. Dua pegawai SPBU bernama Junaidatur Rabiah dan Hermanto sedang membawa uang setoran sebesar Rp130 juta ke bank. Mereka tidak sadar telah diikuti sejak keluar dari SPBU 5461123 Damarasih. Saat melintas di kawasan Krikilan, para pelaku langsung menghadang motor korban dan merampas tas berisi uang. Uang hasil rampokan sempat berhamburan di jalan akibat kepanikan.
Junaidatur berteriak minta tolong, menarik perhatian warga sekitar. Khawatir aksinya gagal, salah satu pelaku melepaskan tembakan ke arah warga. Seorang pria bernama Ibnu Sandy Kurniawan terkena tembakan di betis kaki kanan. Aksi sadis komplotan ini sempat membuat warga Driyorejo resah. Polisi kini terus memburu enam pelaku lain yang diduga bersembunyi di wilayah Madura. Satreskrim Polres Gresik masih mengembangkan kasus, termasuk mencari senjata api yang digunakan. Warga diimbau tetap waspada dan segera melapor jika mengetahui keberadaan para buronan. (*)
