Polisi Masih Dalami Kematian Lansia di Tulungagung, Autopsi dan Visum Jadi Kunci
BeritaHarianJatim.com, TULUNGAGUNG – Jasad seorang perempuan lanjut usia berinisial S (64) dibawa ke RSUD dr. Iskak Tulungagung untuk diautopsi. Polisi mengambil langkah ini guna mengungkap penyebab pasti kematian korban yang ditemukan dengan luka sayatan di leher.
Kanit Reskrim Polsek Boyolangu Aiptu Wahyudi menjelaskan bahwa autopsi menjadi bagian penting dalam proses penyelidikan. “Autopsi dilakukan untuk memastikan penyebab kematian sekaligus mendalami kemungkinan adanya unsur tindak pidana,” kata Wahyudi, Rabu (15/4).
Dari hasil pemeriksaan awal, petugas menemukan luka pada bagian leher korban. Namun, polisi belum bisa menyimpulkan apakah luka tersebut akibat bunuh diri atau dugaan pembunuhan. Selain autopsi, polisi juga telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memeriksa sejumlah saksi dari pihak keluarga.
Petugas turut mengamankan barang bukti berupa pisau yang ditemukan di dekat korban. Pisau tersebut kini masih diperiksa di laboratorium forensik. Tak hanya itu, sampel biologis korban juga dikirim untuk uji toksikologi guna mengetahui kemungkinan adanya zat tertentu yang memengaruhi kematian.
“Semua kemungkinan masih kami dalami, termasuk hasil uji forensik yang masih kami tunggu,” ujarnya.
Hingga kini, polisi memastikan penyelidikan masih berlangsung. Belum ada kesimpulan terkait penyebab kematian korban. (*)
