Mengenal 6 Wisata Sejarah di Jawa Timur yang Sarat Cerita dan Nilai Perjuangan

BeritaHarianJatim.com, Travel – Memperingati Hari Kemerdekaan Indonesia menjadi salah satu cara menghargai jasa para pahlawan. Salah satu kegiatan yang bisa dilakukan adalah berwisata ke tempat-tempat bersejarah. Di Jawa Timur, terdapat banyak situs sejarah yang menjadi saksi bisu perjuangan kemerdekaan. Berikut enam rekomendasi wisata sejarah di Jawa Timur yang cocok untuk liburan bersama keluarga atau pasangan.

1. Benteng Van Den Bosch di Ngawi

Ngawi pernah menjadi pusat perdagangan dan pelayaran. Pada 1825, Belanda menguasai Ngawi. Untuk mempertahankan posisi dan mengawasi jalur perdagangan di sekitar Sungai Bengawan Solo dan Sungai Madiun, Belanda membangun benteng baru. Benteng ini selesai pada 1845 dan diberi nama Fort van den Bosch. Saat Jepang datang, fungsinya berubah menjadi kamp sipil pria dan anak laki-laki. Lokasinya di Jalan Untung Suropati No. II, Kelurahan Pelem, Ngawi. Di dalam benteng terdapat makam Kyai Haji Muhammad Nursalim, pengikut Diponegoro yang ditangkap Belanda. Tiket masuknya Rp10.000.

2. Museum De Javasche Bank di Surabaya

Bangunan ini pertama kali berdiri pada 14 September 1829. Kemudian dihancurkan dan dibangun kembali pada 1904 dengan luas 1.000 meter persegi. Desainnya meniru kantor pusat De Javasche Bank di Batavia, bergaya Neo-Renaisans dengan ornamen Jawa. Alamatnya di Jalan Garuda No.1, Krembangan Selatan. Museum tiga lantai ini menampilkan sejarah perbankan Indonesia dan momen bersejarah Surabaya. Koleksinya meliputi mata uang kuno. Ruangannya terbagi menjadi tiga: Koleksi Mata Uang Lama, Koleksi Konservasi, dan Koleksi Harta Budaya. Masuk gratis, buka pukul 08.00–16.00 WIB.

3. Gereja Merah (Gereja Immanuel) di Kediri

Gereja yang berada di selatan Taman Sekartaji, Kediri ini berdiri sejak 21 Desember 1904. Disebut Gereja Merah sesuai prasasti di dinding kiri pintu masuk. Arsitekturnya Neo-Gotik dengan kesan ramping dan tinggi. Di dalamnya terdapat lima ruang: ruang Informasi, ruang Utama, balkon, ruang Konsistori dan menara, serta ruang bawah tanah yang kini ditutup. Gereja ini juga memiliki Alkitab kuno berbahasa Belanda terbitan 1967 yang digunakan dalam ibadah.

4. Pendopo Agung Trowulan di Mojokerto

Dibangun oleh Kodam V Brawijaya melalui Yayasan Bina Mojopahit pada 1964–1973. Bentuknya pendopo joglo dengan tiang utama (soko guru) beralaskan batu umpak peninggalan Majapahit. Di bagian belakang terdapat relief sejarah Majapahit, termasuk penobatan Raden Wijaya menjadi raja pada 15 Kartika tahun 1215 Saka (sekitar 10 November 1293 M). Lokasinya di Ngelinguk, Trowulan, Mojokerto. Pendopo ini juga menjadi saksi Sumpah Palapa Gajah Mada saat diangkat menjadi Mahapatih menggantikan Mpu Nala.

5. Benteng Mayangan di Probolinggo

Peninggalan Belanda ini terletak di Mayangan, sekitar satu kilometer dari Pelabuhan Tanjung Tembaga. Kini hanya tersisa beberapa bagian dan sempat terbengkalai. Namun reruntuhan telah dirapikan, sebagian dijadikan taman, dan di depannya ada kedai kopi sebagai tempat persinggahan. Dulu terdapat menara pemantau ke arah laut, tetapi menara sudah tidak tersisa. Banyak tembok yang runtuh dan berlubang sehingga batu-batu kali penyusunnya mulai terlihat.

6. Museum Jalesveva Jayamahe di Surabaya

Museum Pusat TNI AL ini resmi dibuka untuk umum pada 20 Januari 2024. Bangunannya terbagi menjadi zona Gedung Heritage dan Hanggar, Gedung Teater, serta Replika KRI RE Martadinata. Museum ini tidak hanya menyajikan koleksi bersejarah TNI AL, tetapi juga teknologi modern dan pengalaman diorama yang menggambarkan pertempuran heroik menjaga kedaulatan NKRI. Lokasinya di Armada Timur Ujung, Kec. Semampir. Ada ruang teater yang memutar film dokumenter sejarah TNI AL. Buka dari Selasa hingga Minggu, pukul 10.00–17.00 WIB.

Itulah enam rekomendasi wisata sejarah di Jawa Timur yang bisa Anda kunjungi saat merayakan Hari Kemerdekaan. Tentukan rencana liburan 17 Agustus bersama keluarga Anda. (*)