Penghuni Kost di Pare Kediri Cium Bau Busuk, Pria Mojokerto Ditemukan Tewas di Kamar
BeritaHarianJatim.com, KEDIRI – Sebuah kamar kos di Jalan Gatot Kaca, Dusun Parerejo, Desa Gedangsewu, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri, menjadi lokasi penemuan mayat pria pada Rabu siang (26/5/2026). Korban bernama Feri Dedik Firmanto (38), warga Dusun Jajar, Desa Jasem, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto, sudah tak bernyawa saat ditemukan. Perkiraan sementara, ia telah meninggal tiga hari sebelumnya.
Kecurigaan warga muncul sejak pagi hari. Seorang penghuni kamar sebelah mencium aroma menyengat yang terus keluar dari ruangan korban. Merasa takut membuka sendiri, saksi mengajak penghuni lain, lalu melapor ke perangkat desa dan petugas Bhabinkamtibmas setempat. Sekitar pukul 12.00 WIB, perangkat desa bersama aparat mendatangi lokasi. Setelah pintu dibuka, korban ditemukan terbujur kaku di dalam kamarnya.
Kapolsek Pare, AKP Rudi Darmawan, menjelaskan bahwa berdasarkan keterangan saksi, korban terakhir kali terlihat hidup pada Sabtu malam (23/5/2026). Rekan kerjanya juga mengaku masih bertemu Feri setelah selesai bekerja pada hari yang sama. “Setelah bhabinkamtibmas beserta perangkat desa masuk, ternyata bau busuk tersebut bersumber dari orang yang sudah meninggal di dalam kost tersebut, yang diperkirakan kurang lebih 3 harian. Selanjutnya melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Pare,” ujarnya.
Tim medis dari Puskesmas Sidorejo bersama tim Inafis Polres Kediri melakukan pemeriksaan luar. Hasilnya, tidak ditemukan adanya luka atau tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Polisi menduga kematian disebabkan oleh penyakit asam lambung yang diderita Feri. “Dari hasil pemeriksaan tim kesehatan Puskesmas Sidorejo dan tim Inafis Polres tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Penyebab korban meninggal dunia diduga penyakit asam lambung yang diderita korban,” jelas AKP Rudi Darmawan.
Pihak kepolisian kini masih menangani perkara ini untuk proses lebih lanjut. Mereka juga mengimbau masyarakat agar lebih peduli terhadap tetangga sekitar, terutama di lingkungan kost dan pemukiman padat, agar kondisi darurat bisa segera diketahui dan mendapat penanganan cepat. (*)
