Truk Muatan Keramik 4 Ton Terguling di Tol Jombang Usai Ditabrak Bus Pariwisata dari Bali

BeritaHarianJatim.com, JOMBANG – Sebuah kecelakaan yang melibatkan bus pariwisata dan truk boks bermuatan keramik seberat 4 ton terjadi di ruas Tol Jombang-Mojokerto (Jomo) pada Jumat (22/5/2026) sekitar pukul 06.50 WIB. Lokasi kejadian tepatnya di kilometer 700+800 jalur B. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, namun dua orang mengalami luka ringan.

Kanit PJR Jatim III Warugunung Ditlantas Polda Jatim, AKP Sudirman, menjelaskan kronologi kejadian. Bus pariwisata Isuzu NQR dengan nomor polisi B 7579 TK melaju dari arah Bali menuju Jakarta dengan kecepatan sedang di lajur kiri. Ketika tiba di titik kejadian, pengemudi bus diduga kurang antisipasi jarak aman. Akibatnya, bus menabrak bagian belakang truk box Hino bernopol L 9419 CQ yang melaju searah di depannya di lajur yang sama. Truk tersebut membawa muatan keramik sekitar 4 ton.

“Kurang antisipasi jarak aman berkendara sehingga mengakibatkan kendaraan bus menabrak bagian belakang kendaraan Truk Box Hino nopol L 9419 CQ bermuatan keramik kurang lebih 4 ton yang melaju searah di depannya di lajur kiri,” jelas Sudirman. Dampak dari benturan tersebut, truk box oleng ke kiri dan menghantam guardrail pembatas jalan di bahu jalan. Truk kemudian terguling dan posisi akhirnya melintang di bahu jalan serta lajur kiri, menyebabkan kemacetan lalu lintas.

Dari data yang dihimpun, pengemudi bus bernama Asriawarman (48), warga Pondok Aren, Tangerang Selatan, mengalami luka ringan. Satu orang penumpang bus, Mitra Permana (30), asal Ciranjang, Cianjur, juga menderita luka ringan. Sebanyak dua belas penumpang lainnya dinyatakan selamat tanpa cedera. Seluruh korban telah mendapatkan penanganan medis di rumah sakit terdekat.

Saat kejadian berlangsung, arus lalu lintas di sekitar lokasi dalam kondisi lancar dan cuaca cerah. Tidak ada faktor eksternal seperti hujan atau kabut yang mempengaruhi. Pihak kepolisian saat ini masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan, meskipun dugaan sementara mengarah pada kurangnya jarak aman oleh pengemudi bus. Petugas juga telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta mengevakuasi kedua kendaraan yang ringsek. (*)