Sepuluh Tahun Jadi Ibu Kota, Kanigoro Blitar Masih Tidak Punya SMA Negeri

BeritaHarianJatim.com, BLITAR – Ratusan warga yang tergabung dalam Ki Demang Community memadati Simpang Empat Kanigoro pada Selasa (30/6/2026) sore. Mereka membentangkan spanduk bertuliskan Surat Terbuka yang ditujukan kepada Bupati Blitar dan Ketua DPRD setempat. Aksi damai ini menjadi puncak kekecewaan warga karena aspirasi mereka selama ini tidak mendapat respons.

Sudah sepuluh tahun Kanigoro menyandang status sebagai ibu kota Kabupaten Blitar. Namun hingga kini, wilayah pusat pemerintahan itu belum memiliki satu pun SMA atau SMK negeri. Lulusan SMP di Kanigoro harus menyeberang ke kecamatan lain jika ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang menengah negeri. Saat ini, satu-satunya lembaga pendidikan setingkat SMA yang ada di Kanigoro hanyalah Madrasah Aliyah Negeri. Jumlah penduduk yang terus bertambah membuat kebutuhan akan sekolah negeri semakin mendesak.

Koordinator Ki Demang Community, Henry, menyebut aksi ini sebagai bentuk protes atas ketidakpedulian pemerintah daerah terhadap aspirasi warga. “Ini merupakan implementasi puncak kekecewaan warga, lantaran surat permohonan audiensi yang kami layangkan kepada Komisi IV DPRD Kabupaten Blitar sama sekali tidak mendapatkan respons,” tegasnya di sela aksi. Menurutnya, keberadaan SMA atau SMK negeri di ibu kota kabupaten bukan sekadar kebutuhan pendidikan, tetapi juga simbol pemerataan pelayanan publik.

Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Blitar, Sugeng Suroso, menilai usulan pendirian SMA Negeri di Kanigoro adalah ide yang baik, tetapi membutuhkan proses panjang. Lahan yang disiapkan dan lokasi yang strategis menjadi syarat utama. Selain itu, karena SMA dan SMK merupakan kewenangan provinsi, komunikasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga mutlak diperlukan.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Blitar, M. Rifa’i, mengaku memahami keresahan warga. Ia berjanji akan mengawal aspirasi ini ke tingkat provinsi. “Pembangunan SMA ini kan kewenangannya provinsi, jadi kami akan kawal aspirasi warga soal keinginan adanya SMA atau SMK Negeri di ibu kota kabupaten ini,” ujarnya. Rifa’i juga menambahkan bahwa keberadaan MAN selama ini mungkin masih dianggap cukup, tetapi pertumbuhan penduduk membuat kebutuhan akan SMA dan SMK negeri kini semakin mendesak.

Harapan masyarakat kini tertuju pada sinergi antara Pemkab Blitar, DPRD, dan Pemprov Jatim. Mereka berharap Kanigoro sebagai ibu kota kabupaten tidak lagi tertinggal dalam penyediaan fasilitas pendidikan menengah negeri. (*)