Rumah Bambu di Mojokerto Ludes Dilalap Api, Korban Tewas Terjebak karena Stroke
BeritaHarianJatim.com, MOJOKERTO – Malam itu, Sabtu (4/4/2026) sekitar pukul 19.45 WIB, kobaran api melahap sebuah rumah sederhana di Dusun Sidokalang, Desa Penompo, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto. Bangunan berbahan bambu dan kayu milik Kasiatun (73) dengan cepat berubah menjadi abu. Satu penghuninya, Markonah (53), ditemukan tewas di dalam rumah.
Api diduga berasal dari obat nyamuk bakar yang dinyalakan oleh cucu korban, FAA (14). Percikan api kemudian menyambar material rumah yang mudah terbakar. Dalam sekejap, api membesar dan melumatkan dinding serta atap yang terbuat dari bahan ringan.
Warga sekitar yang melihat kepulan asap tebal segera berhamburan. Mereka berusaha memadamkan api dengan peralatan seadanya sambil menelepon petugas pemadam kebakaran. Namun keterbatasan peralatan dan cepatnya perambatan api membuat upaya warga gagal menyelamatkan Markonah yang masih berada di dalam rumah. Korban diketahui menderita stroke sehingga tidak dapat bergerak menyelamatkan diri.
Dari lokasi kejadian, tiga unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan. Mereka berasal dari Gama, Pemkot Mojokerto, dan BPBD Kabupaten Mojokerto. Petugas berjibaku selama lebih dari satu jam sebelum akhirnya api berhasil dijinakkan. Sayangnya, rumah berukuran sekitar 6 x 8 meter itu sudah rata dengan tanah. Seluruh isi rumah, termasuk dua sepeda motor dan kursi roda milik korban, ikut hangus terbakar.
Saksi mata bernama Sumali (50) menceritakan bahwa begitu asap dan api muncul, warga langsung berusaha membantu. “Tapi api sudah besar,” ujarnya. Kepala Dusun Sidokalang, Riska, menambahkan bahwa korban tidak bisa keluar karena kondisi stroke. “Warga juga tidak berani masuk karena api sudah sangat besar,” katanya.
Setelah api padam, petugas Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Mojokerto mengevakuasi jenazah Markonah. Korban dibawa ke RSUD dr. Wahidin Sudiro Husodo Kota Mojokerto untuk menjalani autopsi. Pihak kepolisian masih menyelidiki penyebab pasti kebakaran ini, meski dugaan sementara mengarah pada obat nyamuk bakar. (*)
