Kebakaran di Jombang: Dua ART Tewas, Pintu Rumah Terkunci Hambat Evakuasi
BeritaHarianJatim.com, JOMBANG – Proses evakuasi kebakaran rumah di Jombang nyaris terhambat total karena pintu gerbang rumah dalam kondisi terkunci. Petugas kepolisian dan satuan kerja terpaksa mendobrak paksa pintu tersebut untuk menyelamatkan tujuh orang yang terjebak di dalam rumah milik Tomi Yulianto, warga Jombang, pada Jumat (17/4) malam hingga Sabtu (18/4) dini hari.
“Kami dari petugas baik dari kepolisian maupun satker yang masuk mengalami kesulitan karena pintu gerbang dikunci sehingga harus dilakukan upaya paksa,” kata Kapolsek Jombang, Edy Widoyono, Minggu (19/4).
Selain pintu terkunci, kondisi rumah yang tertutup rapat dengan pintu harmonika serta akses terbatas juga menjadi kendala utama. Supervisor Pusdalops BPBD Kabupaten Jombang, Stevi Maria, mengatakan petugas harus membongkar beberapa pintu. “Rumah tertutup rapat dan tidak terlalu besar, sehingga evakuasi agak terhambat,” ujar perempuan yang akrab disapa Peppy itu.
Dugaan sementara, kebakaran dipicu korsleting listrik yang mengalir ke pendingin ruangan (AC). Api muncul saat para penghuni rumah tengah beristirahat. Tiba-tiba asap pekat memenuhi ruangan hingga memicu kepanikan. Sebagian besar korban menghirup asap tebal.
Akibat kejadian tersebut, dua asisten rumah tangga (ART) tewas. Korban pertama bernama Maya (23), warga Bareng, Jombang, ditemukan meninggal di lokasi kejadian. Korban kedua, Sri Indah (33), warga Jogoroto, Jombang, sempat dirawat dalam kondisi kritis namun akhirnya meninggal dunia di rumah sakit.
“Korban terjebak di dalam rumah tujuh orang. Satu orang meninggal di lokasi, satu lagi sempat kritis, yang meninggal dunia,” ujar Edy. Kasus ini masih dalam penyelidikan pihak kepolisian. Sejumlah saksi telah dimintai keterangan terkait dugaan korsleting listrik sebagai penyebab kebakaran.
