Empat Luka Ringan Usai Bus Pariwisata Terguling di Tol Jombang-Mojokerto, Sopir Diduga Ngantuk
BeritaHarianJatim.com, JOMBANG – Sebanyak sembilan orang mengalami cedera, lima di antaranya luka parah, setelah sebuah bus wisata terguling di ruas Tol Jombang-Mojokerto. Peristiwa ini terjadi pada Kamis (21/5/2026) dini hari sekitar pukul 05.20 WIB. Lokasi kecelakaan berada di kilometer 686 + 700 jalur A atau sisi barat. Korban jiwa nihil, namun kerusakan kendaraan cukup parah.
Dari data yang dihimpun kepolisian, lima penumpang mengalami luka berat (LB) dan empat lainnya luka ringan (LR). Seluruh korban telah dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk menjalani perawatan medis. Sopir bus, Andi Awan Prabowo (37), ikut menjadi korban. Begitu pula kondektur bernama Nur Yasin (35) dan tujuh penumpang lainnya. Mereka berasal dari rute perjalanan Magetan menuju Surabaya yang dilayani oleh bus Sudiro Tunggal Jaya dengan nomor polisi AE-7264-UP.
Kronologi kejadian diungkap oleh Kanit PJR Jatim III Warugunung Ditlantas Polda Jatim, AKP Sudirman. Menurutnya, bus berjalan di lajur cepat dari arah barat ke timur. Setibanya di titik kejadian, kendaraan mendadak oleng ke kanan. “Diduga pengemudi mengantuk sehingga kendaraan oleng ke kanan terperosok ke parit median tengah dan menabrak beton,” kata AKP Sudirman. Akibat benturan, bus terguling kemudian menabrak pembatas wireroops hingga akhirnya melintas ke jalur B atau sisi timur. Kecelakaan ini tergolong laka tunggal karena tidak melibatkan kendaraan lain.
Pihak kepolisian masih menyelidiki lebih lanjut faktor penyebab pasti kecelakaan, termasuk mengecek kondisi fisik pengemudi, kelayakan kendaraan, dan rekam jejak perjalanan. Namun, dugaan sementara mengarah pada sopir yang kehilangan konsentrasi akibat kantuk. Petugas lalu lintas sempat menutup sebagian jalur untuk proses evakuasi bus yang terguling. Evakuasi berlangsung beberapa jam sebelum arus lalu lintas kembali normal. Polisi mengingatkan pengemudi bus dan kendaraan berat lainnya untuk memastikan kondisi tubuh fit dan cukup istirahat sebelum melakukan perjalanan jarak jauh. (*)
