Anggaran Bendungan Bagong di Trenggalek Ditambah Rp600 Miliar

BeritaHarianJatim.com, TRENGGALEK – Proyek Bendungan Bagong yang masuk dalam daftar Proyek Strategis Nasional (PSN) kembali mendapat suntikan dana segar. Pemerintah pusat memutuskan menambah alokasi anggaran sebesar Rp600 miliar. Dengan tambahan ini, total biaya pembangunan bendungan di Kabupaten Trenggalek itu melonjak dari Rp2,1 triliun menjadi sekitar Rp2,7 triliun.

Penambahan anggaran ini dinilai penting untuk mempercepat pekerjaan di lapangan. Bendungan yang konstruksinya mulai berjalan efektif pada 2021 itu sebelumnya sempat mengalami sejumlah hambatan. Demikian disampaikan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Bendungan Bagong, Senna Ananggadipa Adhitama. “Secara total sebelumnya sekitar Rp2,1 triliun, kemudian ada penambahan kurang lebih Rp600 miliar,” ujarnya.

Hingga saat ini, progres fisik pembangunan telah mencapai sekitar 60 persen. Pengerjaan kini difokuskan pada struktur utama bendungan yang disebut main dam serta bagian pelimpah atau spillway. Pemerintah juga membuka peluang untuk menyelesaikan proyek lebih awal dari target semula pada 2029, dengan catatan dukungan anggaran dan kondisi teknis terus berjalan lancar. Serapan anggaran dari pagu awal sendiri sudah mencapai sekitar 80 persen.

Senna menjelaskan bahwa kendala terbesar di masa lalu berasal dari pembebasan lahan. Proses tersebut sempat menghambat pekerjaan sejak kontrak ditandatangani pada 2018. Akibatnya, proyek baru benar-benar bergerak pada 2021–2022. Kini masalah lahan hampir tuntas, dengan sisa hanya sekitar 2 persen. “Untuk lahan saat ini tinggal sekitar 2 persen, terutama pada tanah kas desa dan lahan wakaf yang masih dalam proses,” katanya.

Selain kendala lahan, keterbatasan anggaran pada periode sebelumnya juga ikut mempengaruhi kecepatan pembangunan. Namun menurut Senna, secara teknis tidak ada masalah besar. Ia juga menyinggung soal longsoran di beberapa titik, namun memastikan hal itu tidak mengganggu struktur utama. “Longsoran itu karena karakter tanah, tetapi bukan kendala utama karena tidak berdampak pada struktur utama bendungan,” ujarnya.

Bendungan Bagong sendiri dirancang dengan kapasitas tampung sekitar 17 juta meter kubik. Luas genangan mencapai 200 hektare. Diharapkan infrastruktur ini mampu memperkuat ketahanan air dan mendukung sektor pertanian di Trenggalek serta kawasan sekitarnya. Dengan tambahan anggaran yang sudah digelontorkan, pemerintah optimistis proyek dapat rampung lebih cepat dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat. (*)