Kuota SD di Sekolah Rakyat Ponorogo Masih Kurang, Tim PKH Gencar Cari Calon Siswa
BeritaHarianJatim.com, PONOROGO – Menjelang tahun ajaran baru 2026/2027, proses penerimaan siswa di Sekolah Rakyat Kabupaten Ponorogo terus berjalan. Namun dari tiga jenjang yang dibuka, hanya tingkat SD yang masih kekurangan pendaftar. Sementara itu, kuota untuk SMP dan SMA justru sudah terisi penuh dan bahkan kelebihan peminat.
Ketua Tim Program Keluarga Harapan (PKH) Ponorogo, Kademin, menjelaskan bahwa rapat penetapan calon peserta didik telah berlangsung pada akhir Juni lalu. Untuk jenjang SMP dan SMA, masing-masing telah terisi 30 siswa sesuai target. Bahkan jumlah pendaftar yang lolos verifikasi melebihi kapasitas yang tersedia, dengan 21 calon siswa cadangan di SMP dan 28 calon siswa cadangan di SMA.
“Anak-anak yang belum tertampung tidak kami biarkan. Kami sudah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan dan Cabang Dinas agar mereka tetap memperoleh akses pendidikan di sekolah negeri maupun pondok pesantren,” ujar Kademin dalam keterangannya, Minggu (5/7/2026).
Berbeda dengan jenjang SMP dan SMA, jumlah pendaftar untuk tingkat SD masih jauh dari target. Dari 30 siswa yang ditargetkan, baru 16 anak yang telah ditetapkan sebagai peserta didik. Kekurangan ini menjadi perhatian serius tim PKH untuk terus menjaring calon siswa dari berbagai wilayah.
“Kalau untuk jenjang SD memang masih kurang, baru 16 anak yang masuk. Proses penjaringan tetap kami lanjutkan,” katanya.
Meskipun demikian, tim pendamping PKH di lapangan terus bergerak mencari calon siswa SD yang memenuhi syarat. Kademin optimistis kuota tersebut dapat terpenuhi sebelum kegiatan open house dan masa pengenalan lingkungan sekolah yang dijadwalkan pada 15 Juli mendatang.
Seluruh siswa yang lolos seleksi nantinya akan dikirim ke Sekolah Rakyat Permanen di Madiun sebagai lokasi pembelajaran sementara. Sebelum menempati asrama, setiap siswa wajib menjalani pemeriksaan kesehatan untuk memastikan kesiapan fisik dan mental mereka dalam mengikuti proses pendidikan.
Kademin juga menegaskan bahwa pendaftaran Sekolah Rakyat tetap terbuka meskipun tahun ajaran baru sudah dimulai. Pihaknya akan terus melakukan penjaringan calon peserta didik, terutama untuk jenjang SD, agar target kuota dapat tercapai. “Kalaupun ada peserta didik baru di tengah semester tetap bisa kita masukan, jadi terus kami lakukan penjaringan,” pungkasnya. (*)
