Mahasiswa Mojokerto Demo di Depan DPRD, Soroti MBG hingga Nasib Guru Honorer

BeritaHarianJatim.com, MOJOKERTO – Ratusan mahasiswa dari berbagai kampus di Mojokerto Raya memadati area depan Gedung DPRD Kota Mojokerto pada Senin (22/6/2026). Mereka turun ke jalan untuk menyampaikan protes terhadap sejumlah kebijakan pemerintah pusat. Aksi ini dipicu oleh kekecewaan terhadap program Makan Bergizi Gratis dan Koperasi Desa Merah Putih yang dinilai kurang tepat sasaran. Para demonstran juga menyoroti rendahnya kesejahteraan tenaga pendidik honorer.

Massa melakukan long march menuju lokasi dan tiba sekitar pukul 15.50 WIB. Sepanjang perjalanan, mereka membawa spanduk bernada kritik terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran. Di lokasi, orasi bergantian disampaikan melalui mobil komando. Suasana sempat memanas saat terjadi dorong-dorongan antara mahasiswa dan aparat kepolisian. Insiden itu terjadi ketika massa berusaha masuk ke area gedung untuk bertemu langsung dengan anggota dewan. Polres Mojokerto Kota mengerahkan personel gabungan dan kendaraan taktis untuk mengantisipasi eskalasi.

Ketua DPRD Kota Mojokerto, Ery Purwanti, akhirnya keluar menemui massa. Perwakilan mahasiswa menyampaikan delapan tuntutan yang dirangkum dalam pakta integritas. Dialog berlangsung singkat sebelum tuntutan diserahkan kepada Ketua DPRD. Ketua PC PMII Mojokerto, M. Nur Fadilah, menyatakan bahwa program MBG dan KDMP berpotensi mengalihkan anggaran dari sektor pendidikan. Ia menyoroti masih banyaknya guru honorer dengan upah Rp200 ribu hingga Rp300 ribu. Di sisi lain, pendirian SPPG dinilai justru memperkaya sebagian pihak.

Setelah aksi di Jalan Surodinawan, Kecamatan Prajurit Kulon, massa membubarkan diri dengan tertib. Sebelumnya, aksi sempat melumpuhkan arus lalu lintas di jalur By Pass Kenanten, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto, selama 15 menit. Polisi mengawal proses pembubaran hingga selesai. (*)