Monyet Liar Gegerkan Kanigaran Probolinggo, Damkar Gagal Evakuasi
BeritaHarianJatim.com, PROBOLINGGO – Kehadiran seekor primata liar di pemukiman padat penduduk Jalan AA Maramis, Kelurahan Kanigaran, Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo, membuat warga was-was. Hewan yang tak diketahui asal usulnya itu terlihat berkeliaran sejak Rabu petang (17/6/2026) hingga Kamis pagi (18/6/2026). Keberadaannya memicu kepanikan, apalagi monyet tersebut berpindah-pindah dari pohon ke pohon di sekitar rumah penduduk.
Informasi pertama kali disampaikan oleh Ketua RT 09 RW 12, Siswanto, kepada Ketua RW 12, Hari Siswanto. Menyadari potensi bahaya dari hewan liar yang masuk ke permukiman, warga segera meminta bantuan petugas Pemadam Kebakaran Kota Probolinggo. Hari mengonfirmasi bahwa monyet itu masih terlihat pada Kamis pagi. “Betul, tadi pagi masih terlihat. Kami mendapat laporan dari Ketua RT. Monyet itu sempat akan ditangkap, tetapi akhirnya berhasil kabur lagi,” ujarnya.
Menurut Hari, monyet itu pertama kali muncul usai waktu Magrib. Sejumlah warga bahkan sempat mengabadikan momen ketika hewan tersebut bertengger di atas pohon mangga milik warga. “Sudah terlihat sejak kemarin malam. Warga sempat merekam videonya karena kemunculannya cukup menghebohkan,” katanya.
Petugas Damkar yang tiba di lokasi segera berupaya menangkap monyet itu. Namun proses evakuasi berlangsung dramatis. Saat hendak diamankan, primata tersebut melawan dengan melompat dan berlari menjauh. Bahkan, monyet itu sempat tersangkut di kawat duri sebelum akhirnya berhasil melepaskan diri dan kabur ke area persawahan. Komandan Regu 1 Damkar Kota Probolinggo, Soleh Hermanto, mengaku sempat hampir berhasil. “Iya, tadi sempat tersangkut di kawat duri dan hampir berhasil dievakuasi. Tapi saat akan diamankan, monyet itu berhasil lolos,” katanya.
Petugas kemudian melakukan penyisiran hingga ke area persawahan, namun upaya pencarian belum membuahkan hasil. Monyet itu seolah lenyap setelah melarikan diri. Meski belum ada laporan tentang serangan atau kerusakan, keberadaan satwa liar tetap meresahkan. Soleh menduga monyet itu adalah hewan peliharaan yang lepas. “Kemungkinan besar itu monyet peliharaan yang terlepas. Namun karena berada di lingkungan warga, tentu menimbulkan kekhawatiran,” ujarnya.
Damkar mengimbau warga agar tidak mencoba menangkap sendiri jika kembali melihat monyet tersebut. Mereka juga diminta tidak memberi makan karena dapat menyulitkan proses evakuasi. “Kami minta warga segera melapor jika melihat monyet itu lagi. Jangan didekati atau diberi makan. Biar petugas yang menangani agar tidak membahayakan masyarakat,” pungkas Soleh. (*)
