Jalan Nasional Lumajang Jadi Lokasi Favorit Begal
BeritaHarianJatim.com, LUMAJANG – Tempat seorang warga Jember dibegal pada Selasa (2/6/2026) malam di Jalan Nasional Desa Kaliboto Kidul, Kecamatan Jatiroto, Kabupaten Lumajang, ternyata gelap gulita. Tak ada lampu penerangan. Tak ada kamera pengawas. Padahal, Pemerintah Kabupaten Lumajang melalui Bupati Indah Amperawati sudah menginstruksikan pemasangan PJU di jalur provinsi dan nasional untuk menekan angka kriminalitas.
Korban begal, Edi Santoso (40), warga Desa Yosorati, Kecamatan Sumberbaru, Kabupaten Jember, melintas di lokasi sekitar pukul 20.15 WIB. Ia disergap komplotan begal di titik yang sangat minim penerangan. Kasi Humas Polres Lumajang Ipda Suprapto mengakui hal itu. “Jadi, untuk CCTV sementara tidak ditemukan, lokasi tempat korban dibegal juga minim penerangan,” ujarnya di Mapolres Lumajang, Rabu (3/6/2026).
Di sisi lain, program pemasangan lampu jalan dan CCTV di setiap dusun yang digalakkan Pemkab Lumajang belum merata. Kepala Dinas Perhubungan Lumajang, Rasmin, membeberkan bahwa di sepanjang Jalan Nasional Jember–Lumajang masih kekurangan 192 titik PJU. Jalur tersebut merupakan kewenangan pusat, yaitu Kementerian Perhubungan. “Mulai Wonorejo sampai Jatiroto perbatasan dengan Jember memang kurang 192 titik,” ucapnya.
Kendala utama adalah anggaran. Rasmin mengakui keterbatasan dana di masa efisiensi membuat pemasangan lampu penerangan berjalan lambat. “Ini untuk 192 titik PJU saja kita butuh anggaran Rp 2 miliar, dan itu jadi keterbatasan kita di masa efisiensi,” ungkapnya. Meski demikian, Pemkab Lumajang terus berupaya mempercepat pemasangan PJU dan CCTV untuk mengantisipasi tindak kriminal. (*)
