Cemburu, Ekonomi Pas-Pasan, dan Konflik Keluarga Jadi Motif Menantu Bunuh Mertua di Mojokerto
BeritaHarianJatim.com, MOJOKERTO – Desa Sumbergirang, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto, heboh dengan kasus pembunuhan sadis yang menewaskan seorang ibu mertua. Pelaku adalah menantu korban sendiri. Polisi menduga akumulasi masalah rumah tangga yang tak terselesaikan menjadi pemicu utama aksi nekat tersebut.
Kapolres Mojokerto AKBP Andi Yudha Pranata mengungkapkan, pelaku bernama Satuan (43) bekerja sebagai badut keliling dan penjual balon serta mainan anak. Setiap hari ia berkeliling menggunakan sepeda angin atau pancal di wilayah Mojokerto. “Profil yang bersangkutan memang bekerja di dunia entertainment secara keliling. Jadi secara ekonomi, baik keluarga pelaku maupun korban berasal dari lingkungan ekonomi pas-pasan,” ujarnya, Kamis (7/5/2026).
Korban adalah Siti Arofah (52), ibu mertua pelaku. Sedangkan istri pelaku bernama Sri Wahyuni (36). Dari hasil penyelidikan, polisi menemukan tiga motif utama: rasa cemburu terhadap istri, anggapan bahwa istri tidak bertanggung jawab pada keluarga, serta tekanan ekonomi rumah tangga. “Yang pertama, yang bersangkutan cemburu terhadap istrinya. Kedua, istrinya dianggap tidak bertanggung jawab terhadap keluarganya. Ketiga, ada permasalahan ekonomi. Di lingkungan keluarga ini tampaknya ada disparitas ekonomi antara korban istri dengan suami,” jelas Kapolres.
Persoalan-persoalan itu terus menumpuk hingga akhirnya memuncak. Pada Rabu (6/5/2026), terjadi penganiayaan terhadap istri pelaku di rumah mereka. Korban Siti Arofah yang berusaha melerai justru menjadi sasaran. Pelaku menusuk ibu mertuanya hingga tewas di tempat. “Ini menjadi sebuah akumulasi dalam waktu panjang ditambah permasalahan keluarga lainnya, hingga pada titik tertentu yang bersangkutan melakukan tindak pidana tersebut. Tersangka mengakui telah melakukan dua tindak pidana tersebut (penganiayaan terhadap istri dan pembunuhan terhadap mertua),” ungkap Andi.
Satuan kini sudah diamankan polisi. Dari lokasi kejadian, petugas menyita 12 item barang bukti, termasuk pisau dapur yang digunakan untuk menusuk korban. Polisi masih terus mendalami keseluruhan peristiwa dan melengkapi berkas penyidikan. Sebelumnya, warga Sumbergirang digegerkan dengan penemuan mayat perempuan paruh baya dengan luka di leher. Satu korban lain, yakni istri pelaku, selamat meski mengalami luka di leher dan wajah. (*)
