Rumor Yuran Fernandes ke Persebaya Semakin Kencang, Tavares Pilih Fokus Evaluasi Dulu
BeritaHarianJatim.com, SURABAYA – Kabar perpindahan Yuran Fernandes ke Persebaya Surabaya terus bergulir di tengah masa jeda kompetisi. Bek tengah asal Cape Verde yang sebelumnya membela PSM Makassar disebut-sebut menjadi incaran utama Bajul Ijo untuk menambal lini pertahanan pada musim 2026/2027. Spekulasi ini menguat setelah kontrak Yuran bersama PSM dikabarkan usai dan tidak diperpanjang.
Persebaya memang tengah mencari sosok bek berpengalaman setelah ditinggal Gustavo Fernandes. Nama Yuran dinilai cocok karena pengalamannya di Liga 1, termasuk torehan lima gol dan satu assist dari 26 penampilan di musim terakhirnya bersama PSM. Faktor lain yang ikut memanaskan rumor adalah kedekatan Yuran dengan pelatih Persebaya, Bernardo Tavares. Keduanya pernah bekerja sama di PSM Makassar dan sukses meraih gelar juara Liga 1 2022/2023.
Meski spekulasi ini sudah menjadi pembicaraan hangat di kalangan Bonek, hingga kini belum ada konfirmasi resmi dari manajemen Persebaya. Sementara itu, Bernardo Tavares memilih tidak banyak berkomentar soal bursa transfer. Pelatih asal Portugal itu mengaku masih fokus melakukan evaluasi terhadap performa tim sepanjang musim. “Kami perlu menganalisis semua pertandingan yang sudah kami lakukan, juga menganalisa apa yang bisa dan tidak bisa kami dapatkan,” ujar Tavares, Rabu (3/6/2026).
Menurut Tavares, evaluasi menjadi prioritas utama sebelum menentukan langkah strategis untuk menyusun skuad musim depan. Ia juga menegaskan bahwa perhatiannya saat ini tertuju pada pemain yang sudah ada di skuad Persebaya. Hal itu penting untuk menjaga stabilitas dan konsistensi tim. “Saat ini melihat pemain-pemain kami yang ada di situ, itu yang penting,” tegasnya.
Para suporter Persebaya kini tinggal menunggu kepastian dari manajemen. Jika transfer Yuran Fernandes terealisasi, Bajul Ijo akan mendapatkan tambahan pemain dengan pengalaman panjang di kompetisi Indonesia. Namun, Tavares tampaknya masih enggan terburu-buru. Ia ingin memastikan semua keputusan didasarkan pada hasil evaluasi menyeluruh, bukan sekadar rumor. (*)
