Alun-Alun Blitar Tak Terawat Usai Renovasi Rp5 M, Di Kritik Influencer Malang

BeritaHarianJatim.com, BLITAR – Wajah Alun-Alun Kota Blitar, yang seharusnya menjadi kebanggaan warga Bumi Bung Karno, justru tampak memprihatinkan. Kondisi ini menjadi sorotan tajam seorang influencer asal Malang dengan akun Instagram @gilang.her. Video review jujurnya yang diunggah belum lama ini langsung viral dan memicu diskusi publik soal efektivitas penggunaan dana renovasi yang mencapai Rp5 miliar.

Dalam videonya, Gilang memulai kritik dengan menyoroti ornamen berbentuk seperti telur dinosaurus yang ada di area alun-alun. Ia mempertanyakan urgensi dan konsep estetika benda tersebut. Namun yang paling menyita perhatian adalah kondisi fisik bangunan yang dinilai sangat tidak terawat. “Ini keramiknya, motif apa tuh? Motif balas dendam,” sindir Gilang sambil menunjukkan lantai keramik yang tampak kotor dan kusam. “Saya pikir tadi itu motif, ternyata emang kotor saja itu,” tambahnya dengan nada heran.

Kritik Gilang tidak berhenti di situ. Ia juga menyoroti konsep ruang terbuka yang dinilai terlalu “kosong”. Meski kebersihan sampah masih cukup terjaga, ia mengaku bingung dengan tata letak fasilitas publik di sana. Salah satu yang paling disorot adalah wastafel cuci muka bergaya estetik seperti di hotel ternama, namun kehilangan fungsi. “Ada tempat cuci muka di sini, tapi enggak ada airnya. Kayaknya diambil orang yang enggak bertanggung jawab,” ungkapnya sambil menunjukkan keran yang hilang.

Fasilitas bermain anak atau playground juga tidak luput dari kritik. Gilang menilai bentuk alat permainan itu sangat asing dan membingungkan. “Ini play-nya gimana nih? Kayak buka kapal selam ya? Terus ini… kayaknya kalian juga tahu kira-kira apa tuh? Shower outdoor,” selorohnya. Ia juga menyoroti area duduk yang banyak dipenuhi kotoran burung, serta kondisi kamar mandi yang bau hingga membuatnya mual.

Diketahui, renovasi Alun-Alun Kota Blitar dilakukan bertahap. Pada 2023, tahap pertama menghabiskan anggaran sekitar Rp2,7 miliar hingga Rp3,6 miliar. Kemudian tahap kedua pada 2024 menyerap dana sekitar Rp1,4 miliar hingga Rp1,5 miliar. Total pengeluaran diperkirakan mencapai Rp5 miliar. Namun hasil yang didapat hanya berupa jogging track dan penataan area sudut yang dinilai tidak sebanding oleh sang influencer. “Menurut kalian, worth it enggak?” tanya Gilang di akhir videonya.

Menanggapi hal ini, Wali Kota Blitar Syauqul Muhibbin atau akrab disapa Mas Ibin langsung merespon. Ia justru meminta masyarakat ikut mengawasi fasilitas publik. “Saya diminta teman-teman untuk ikut me-review Alun-alun. Kami senang kalau masyarakat ikut memperhatikan fasilitas publik,” ujarnya. Mas Ibin mengakui bahwa Alun-alun dirancang sebagai ruang terbuka dengan nilai tradisional, namun ada catatan soal perawatan fasilitas yang mulai menua. “Kalau untuk perawatan, memang ada keterbatasan anggaran. Jadi kita maksimalkan yang ada saja,” ungkapnya. (*)