Home / News

Minggu, 15 Agustus 2021 - 16:04 WIB

Program Tandon Covid-19 di Kabupaten Pamekasan Rugi Rp800 Juta, Terlapor Sudah Mengganti

Pamekasan, BeritaharianJatim – Kejaksaan Negeri Pamekasan, Jawa Timur mengungkapkan kasus program tandon Covid-19 yang digagas pemerintah setempat mengalami kerugian negara sebesar Rp800 juta.

Program tandon Covid-19 merupakan salah satu program Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam yang senilai Rp4 miliar yang diambil dari APBD 2020. Program ini bertujuan untuk menanggulangi penyebaran Covid-19 di tempat ibadah di berbagai wilayah pelosok desa.

Program yang berada di bawah instansi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) diikuti oleh 12 pemborong. Terdapat 1.555 unit tandon yang disebarkan seluruh desa di Pamekasan.

Order Logo Murah

Diduga program tandon ini dijadikan cara memecah pengadaan barang untuk menghindari pelelangan. Perencanaan program tersebut juga digarap asal-asalan. Sebagian masjid yang terdata menerima hibah, justru tidak mendapatkan hibah tandon tersebut.

Baca Juga :  Launching Batik Toket Go Internasional, KUB Pamekasan Hadirkan Arumi Bachsin Dan Putri Indinesia 2020

Kepala Seksi Intel Kejari Pamekasan Hendra Purwanto Arifin mengatakan, pengungkapan kasus ini dibantu oleh Aparat Pengawas Internal Pemerintah (APIP) dalam hal ini Inspektorat. Saat ini, Hendra mengatakan kasus tandon ini tidak dilanjutkan.

“Tidak dilanjutkan karena terlapor sudah mengganti kerugian negara senilai Rp800 juta,” kata Hendra seperti yang dilansir dari CNNIndonesia, Sabtu (14/8/2021).

Karena dihentikan, lanjutnya, maka kasus tersebut telah dianggap selesai karena yang bersangkutan telah mengembalikan kerugian negara.

Menurut Inspektur Inspektorat Pamekasan Moh Alwi, pengembalian itu dilakukan saat Pimpinan BPBD Pamekasan masih dijabat Akmalul Firdaus.

Baca Juga :  Bulan Penuh Berkah, Korp Alumni HMI (KAHMI) Kecamatan Pragaan Santuni 108 Anak Yatim

“Sebanyak 12 rekanan yang diminta mengembalikan kelebihan biaya. Yang mengembalikan rekanan, bukan BPBD,” kata Alwi.

Anggota Komisi I DPRD Pamekasan, Ali Masykur menilai, besarnya anggaran penanganan wabah Covid-19 menjadi ladang yang cukup strategis bagi para pejabat yang bermental koruptor. Dia meminta agar pemerintah berhati-hati dengan anggaran penanganan Covid-19.

“Anggarannya ini tidak sedikit. Jadi harus berhati-hati. Termasuk, hati-hati jangan sampai karena butuh penanganan cepat, menyebabkan kontraktor pelaksana mengakali untuk sehingga merugikan keuangan negara,” ungkap Politisi PPP itu.(BHJ)

Share :

Baca Juga

News

Merespon Laporan Abdus Samad ,LHA PSHT Pamekasan: “Saya Laporkan Balik” !!!

News

Kantor Dispendukcapil Pamekasan akan dipindah ke Islamic Center

News

Aksi Jilid II, Pamekasan Progress Desak KPK Periksa Bupati Badrut Tamam dalam Kasus Mobil Sigap

News

PLT Bupati Lira Pamekasan Lantik Anggota LSM LIRA DPK Palengaan Pamekasan

News

Rakerda IV DPD PPNI Pamekasan, Ketua PPNI Suraying, M.Kep Minta Perhatian lebih Pemerintah Kepada Profesi Perawat

News

Seminggu Hilang Kontak, Kapal Motor Bulan Purnama Tidak Jelas Keberadaannya

News

KOORDINATOR KOMUNITAS KRETEK: ADA KARTEL DALAM BISNIS TEMBAKAU

News

PSHT Karangpenag Bagi-bagi Takjil di Depan Balai Kecamatan