Home / Politik & Pemerintahan

Rabu, 3 Maret 2021 - 15:56 WIB

Penertiban PKL, Antara penegekan Perda, Ketertiban Lalu Lintas, Nasib Pedagang Hak Pengguna Jalan Kaki

Pamekasan, BeritaharianJatim – Proses penertiban PKL (Pedagang kaki lima) yang dilakukan oleh aparat satpol PP Selasa 02/03/2021 kemarin menimbulkan persoalan tersendiri di kalangan para pelaku usaha kecil tersebut, pasalnya penertiban tersebut selain terkesan tidak merata dan terkesan tebang pilih, juga sempat diwarnai dugaan tindakan kekerasan yang terjadi Pada salah satu pedang oleh oknum anggota Satpol PP

Selain itu ada keluhan dari beberapa pedagang asongan tersebut yang merasa diperlakukan tidak adil dengan kegiatan penertiban tersebut, fauzy salah satu pedagang buah yang biasa mangkal di depan pasar sore mengungkapkan kekecewaannya kepada sikap satpol PP yang terkesan bertindak setengah setengah

“Satpol PP pilih kasih mas, kenapa yang ditertibkan hanya yang di pasar sore dan area pegadaian, itupun pedagang yang di pinggir jalan, sedangkan yang mangkal di trotoar di depan pasar sore kok terkesan dibiarkan saja, padahal jelas itu mengganggu hak pengguna jalan”, ungkapnya dengan penuh kekesalan

“Saya repot kalo harus dipindah ke tempat lain, dagangan saya malah tidak laku dan merugi”, imbuhnya

Order Logo Murah

“Saya hari ini tidak berdagang dan masih melihat lihat situasi di sekitar area pegadaian dan pasar sore, itu masih ada gerobak yang ada di atas trotoar dan beberapa pedang yang lain” imbuhnya sambil menunjukkan hasil pantauannya terhadap beberapa pedagang depan pasar sore yang ada di atas trotoar

Baca Juga :  BINDA JATIM BERSAMA DINKES KAB.MOJOKERTO TERUS MELAKSANAKAN VAKSINASI ANAK USIA 6-11 TAHUN DOSIS 2 DI KABUPATEN MOJOKERTO

Hal senada di ungkapkan salah satu pedagang yang lain yang enggan disebutkan namanya saat di konfirmasi di tempat mangkalnya di jalan Agus Salim, rabu 03/03/2021, ia mengatakan hal yang sama pula

“Gak taulah mas, saya disuruh pindah kesana kemari, awalnya saya di sekitar arek lancor, dsuruh pindah ya saya pindah di sekitar jalan timurnya arek Lancor, di disuruh pindah lagi dan saya kesini, padahal kalo disini (jalan Agus Salim, red) sya merugi, biasanya omzet saya 1,5 juta dalam sehari, hanya dapat 300 ribu rupiah, disini kalo habis Isyak sepi” ungkapnya pula

Ditanya apakah tidak takut akan di usir lagi jika mangkal disitu, ia hanya mengatakan pasrah dan akan mencari tempat lain
“Ya pindah lagi, harapan saya ya ditimur sana, jalan jokotole itu, tapi kayaknya tetep tidak boleh” dalihnya

Lebih miris lagi apa yang di alami pedangang lain, ibu Aisyah pedangan kasur depan toko mas Surabaya yang diduga menjadi korban kekerasan tindakan represif oknum satpol PP sehingga ibu Aisyah histeris sampai tidak sadarkan diri ketika gerobak dagangannya di angkut oleh mobil petugas, ibu Aisyah menjelaskan bahwa sudah berjualan dilokasi tersebut kurang lebih 50 tahun, ibu Aisyah menghidupi empat anak yatim kesayangannya dari berjualan kasur tersebut, modal usaha nya juga dapat dari berhutang jadi kalau sekarang digusur seperti ini bagaimana saya bisa membiayai ke empat anak saya.

Baca Juga :  Praktisi Hukum Minta Kasus Pembunuhan Balita Di Mandangin Diusut Tuntas

Sementara saat media menelusuri ke berbagai ruas jalan yang ada memang menemukan tidak semua PKL dilakukan penertiban, kalo sepanjang area pegadaian dan pasar sore sudah bisa dibilang tertib, tapi tidak dengan PKL yang ada di jalan Agus Salim, jalan balaikambang, jalan kesehatan masih banyak PKL yang berjualan di bibir jalan yang juga menjadi sumber kemacetan pada jam jam tertentu

Disatu sisi, pembiaran terhadap beberapa pedagang kaki lima yang menempati trotoar di berbagai ruas jalan di kota Pamekasan yang luput dari penertiban secara tidak langsung merampas hak pengguna jalan kaki sehingga hal tersebut sebenarnya juga beresiko akan terjadi hal yang tidak kita inginkan bersama pada pejalan kaki saat berjalan di jalan raya.(dd/hf)

Share :

Baca Juga

News

Sekretaris PPP Pamekasan Bantah Sahur Berangkat Dari PDIP”

News

Masyarakat Berharap, Proses Pergantian Wakil Bupati Pamekasan Berjalan Fair

Politik & Pemerintahan

DiDuga Panitia Pilkades Lembung Timur Sumenep Tak Faham Surat Keputusan Bupati Terkait Pilkades Serentak, Bacakades Sutrisno Layangkan Surat Keberatan

News

Tinjau Lokasi Longsor, Mensos Tri Risma Sampaikan Salam Dan Bantuan Presiden

Politik & Pemerintahan

Geruduk KPK, Pamekasan Progress Desak Ambil Alih Kasus Mobil Sigap Pamekasan yang Diduga Melibatkan Badrut Tamam

Politik & Pemerintahan

Aktivis Minta Bupati Pamekasan Tidak Asal Lempar Statment Soal Mobil Sigap

News

Kunjungi Korban Tanah Longsor, Gubernur Jawa Timur Berikan Bantuan